Tak Tuntaskan Finalisasi PDSS, Tiga SMK di Kota Batu Dipastikan Tak Bisa Ikut SNBP 2026
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Nurlayla Ratri
04 - Feb - 2026, 01:26
JATIMTIMES – Peluang emas para siswa untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi atau Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026 resmi tertutup bagi tiga sekolah di Kota Batu. Hingga batas akhir penutupan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada Senin lalu, tiga SMK tidak menuntaskan proses finalisasi.
Ketiganya adalah SMKS 17 Agustus Batu, SMKS Edith Batu, dan SMKS Bhineka Tunggal Ika Indonesia. Keputusan tersebut secara otomatis membuat sekolah-sekolah ini absen dari ajang SNBP tahun ini.
Baca Juga : Dari Balik Jeruji Lahir Prestasi, Lapas Malang Juara Umum Pemasyarakatan se-Jatim
Tak hanya itu, tercatat ada lima siswa yang sebenarnya masuk kategori eligible (memenuhi syarat prestasi) terpaksa harus mundur. Mereka terdiri dari satu siswa asal SMKS 17 Agustus, dua siswa SMKS Edith, dan dua siswa SMKS Bhineka Tunggal Ika Indonesia.
Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Frenky Minggaryana Dwi Putra, menjelaskan bahwa status ketiga sekolah tersebut dalam laman resmi SNPMB adalah "belum mengisi". Hal ini mengindikasikan bahwa sekolah memang secara sadar tidak mendaftarkan diri.
"Artinya, memang sekolah tidak berkeinginan untuk mendaftar SNBP 2026. Hal ini biasanya terkait dengan minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang memang sangat minim di sekolah-sekolah tersebut," ungkapnya.
Frenky membeberkan beberapa faktor di balik fenomena ini. Selain faktor ekonomi siswa yang menjadi kendala utama, karakteristik sekolah juga sangat berpengaruh. Ia mencontohkan SMKS Edith yang merupakan boarding school bagi siswa dari luar pulau. Mayoritas siswa di sana lebih memilih langsung kembali ke daerah asal untuk bekerja setelah lulus.
Selain itu, jumlah siswa di ketiga SMK tersebut relatif sedikit, yakni hanya berkisar antara 4 hingga 8 siswa per sekolah. Kondisi ini membuat gairah untuk bersaing masuk ke kampus negeri menjadi sangat rendah. Frenky menyebut, fenomena ini cukup lazim di jenjang SMK, di mana siswa yang sudah memiliki keahlian praktis lebih memilih untuk langsung terjun ke dunia kerja atau membuka usaha mandiri.
Baca Juga : Apresiasi Kinerja Mahasiswa Magang, JTN dan FISIP UB Perkuat Komitmen Kolaborasi
"Namun, kami dari Cabang Dinas sebenarnya tetap mendorong selagi mereka mampu untuk bisa masuk PTN. Sayangnya, pilihan untuk langsung bekerja masih mendominasi di sekolah-sekolah tersebut," tegasnya.
Meskipun tiga sekolah tersebut absen, ada kabar positif dari SMKS Muhammadiyah 1 Batu yang pada tahun ini memutuskan untuk mencoba peruntungan mengikuti SNBP 2026. Hal ini menunjukkan tren positif di sekolah lainnya untuk tetap optimis memperjuangkan siswa ke jenjang perguruan tinggi melalui jalur prestasi akademik.
