Rambut Rontok Tak Selalu Butuh Biotin, Kenali Nutrisi yang Berperan Penting
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
10 - Aug - 2026, 10:52
JATIMTIMES - Rambut rontok kerap membuat orang buru-buru membeli vitamin rambut atau suplemen biotin dengan harapan pertumbuhan rambut kembali membaik. Padahal, masalah rambut rontok memiliki banyak penyebab dan konsumsi suplemen belum tentu memberikan hasil apabila tubuh tidak mengalami kekurangan nutrisi tertentu.
Skincare expert dr Yessica Tania mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi vitamin hanya karena mengikuti tren atau rekomendasi yang sedang ramai. Pemilihan suplemen seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan penyebab rambut rontok.
Baca Juga : 40 Perahu Taklukkan Ganasnya Arus Selat Bali, Festival Layar Tradisional Banyuwangi Berlangsung Meriah
“Beli vitamin jangan cuma FOMO ikut-ikutan, tapi benar-benar karena itu yang kamu butuhkan. Penyebab rambut rontok itu banyak banget,” kata dokter Zie, sapaan akrabnya.
Menurut dokter Zie, kondisi rambut tidak hanya dipengaruhi oleh perawatan dari luar, tetapi juga oleh kecukupan nutrisi dari dalam tubuh. Sejumlah nutrisi seperti vitamin B, vitamin C, vitamin D, zat besi, zinc, serta protein memiliki peran dalam menjaga siklus pertumbuhan rambut dan fungsi folikel.
Salah satu nutrisi yang kerap menjadi pilihan ketika seseorang mengalami kerontokan adalah biotin atau vitamin B7. Namun, lanjut dokter Zie, biotin bukan solusi universal untuk semua orang yang mengalami rambut rontok.
“Biotin memang bekerja, tapi terutama kalau kamu memang kekurangan biotin. Pada orang yang tidak mengalami defisiensi, belum ada bukti kuat bahwa biotin bisa membuat rambut tumbuh lebih cepat,” jelasnya.
Ia menambahkan kekurangan zat besi juga perlu diperhatikan karena bisa berkaitan dengan telogen effluvium, yakni kondisi ketika rambut mengalami kerontokan secara difus atau menyeluruh. Pemeriksaan kadar ferritin dapat membantu mengetahui cadangan zat besi dalam tubuh sehingga penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi sebenarnya.
Selain zat besi, vitamin D juga memiliki kaitan dengan siklus pertumbuhan rambut. Folikel rambut memiliki reseptor vitamin D sehingga kekurangan vitamin tersebut dapat memengaruhi fase pertumbuhan rambut.
Zinc juga berperan dalam kesehatan rambut dan proses perbaikan jaringan. Namun, dokter Zie mengingatkan bahwa konsumsi zinc tidak otomatis mengatasi kerontokan karena manfaat suplementasi masih bergantung pada kondisi dan ada tidaknya defisiensi.
Di antara berbagai nutrisi tersebut, protein justru menjadi salah satu fondasi penting yang sering terlewatkan. Kekurangan protein dapat membuat rambut menjadi lebih tipis dan rapuh karena protein dibutuhkan untuk membentuk struktur rambut serta mendukung fungsi folikel.
“Banyak orang terlalu fokus mencari vitamin untuk rambut, padahal protein adalah fondasi utama. Kalau kebutuhan protein tidak terpenuhi, rambut juga bisa terdampak,” tambah dokter Zie.
Baca Juga : 10 Agustus 2026 Hari Apa? Ada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Ini Sejarahnya
Sementara itu, vitamin C lebih berperan sebagai pendukung karena membantu penyerapan zat besi sekaligus mendukung pembentukan kolagen dan fungsi antioksidan tubuh. Karena itu, pemenuhan nutrisi sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis vitamin.
Dokter Zie menyarankan seseorang tidak langsung membeli berbagai suplemen ketika mengalami kerontokan. Pemeriksaan kondisi tubuh dan pencarian penyebab kerontokan perlu dilakukan terlebih dahulu agar suplemen yang dikonsumsi memang sesuai kebutuhan.
“Kalau rambut rontok, jangan langsung berpikir solusinya pasti vitamin. Cari tahu dulu penyebabnya, karena treatment harus sesuai dengan penyebab,” tegasnya.
Ia juga mengimbau bahwa konsumsi suplemen secara berlebihan bukan berarti semakin baik bagi tubuh. Beberapa vitamin dalam dosis berlebihan justru dapat menimbulkan masalah, sehingga penggunaan suplemen sebaiknya dilakukan secara tepat dan tidak sekadar mengikuti tren.
Secara umum, dokter Zie menempatkan pemenuhan protein dan zat besi sebagai hal yang perlu mendapat perhatian, kemudian vitamin D apabila terdapat kekurangan. Sementara zinc, vitamin C dan biotin lebih bersifat suportif serta manfaatnya lebih relevan ketika memang terdapat kebutuhan atau defisiensi tertentu.
Dengan demikian, rambut rontok sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai persoalan kosmetik. Kondisi tersebut juga dapat menjadi tanda bahwa terdapat faktor dari dalam tubuh yang perlu diperhatikan, sehingga penanganannya tidak cukup hanya dengan mengganti sampo, memakai hair tonic atau mengonsumsi vitamin secara sembarangan.
