Kepala Kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan, Sugiyanto. (Foto: Doni Heriyanto/BangkalanTIMES)
Kepala Kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan, Sugiyanto. (Foto: Doni Heriyanto/BangkalanTIMES)

Sugiyanto (50) yang berprofesi sebagai kepala kamar mayat RSUD Syamrabu Bangkalan, mengaku kalau sering mendapat pengalaman mistis selama bekerja sejak tahun 1991.

Banyak kejadian tak wajar dan mengerikan yang dirasakan Sugiyanto. Sekalipun dikenal sebagai sosok pemberani, tak jarang juga merasa takut ketika didatangi makhluk halus.

"Saya sudah 20 tahun jadi kepala kamar mayat. Kalau didatangi makhluk halus itu sudah biasa," jelas Sugiyanto, Minggu (17/4/2016).

Pria kelahiran Desa Soca mengaku pernah didatangi arwah mayat yang tidak diketahui identitasnya. Mayat tersebut ditemukan tewas di pinggir jalan diduga korban tabrak lari. Kejadian itu bermula ketika malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, harus kembali ke rumah sakit untuk memeriksa kamar mayat. 

"Waktu mau buka pintu, tiba-tiba ada sosok yang berdiri di samping saya. Ketika saya lihat ternyata arwah mayat yang dikubur tadi sore. Arwah ini tersenyum, untung wajahnya tidak menakutkan, kalau menakutkan mungkin pingsan," ujarnya sambil tertawa.

Rupanya, Sugiyanto kerap diganggu makhluk halus tidak hanya ketika bertugas saja. Namun, saat di rumahpun ia seringkali didatangi arwah mayat yang ditanganinya. Karena sering mengalami peristiwa-peristiwa menyeramkan, ia sudah merasa kebal.

"Pernah ketika nonton tv dengan istri ada yang ngetok pintu sambil memanggil nama saya. Istri saya bilang buka pintunya ada tamu. Saat saya buka ternyata gak ada orang dan tercium parfum yang menyengat," paparnya.

Sering bersentuhan dengan mayat sambung Sugiyanto sangat berpengaruh terhadap kejiwaan. Tanpa disadari emosinya kadang meledak-ledak dan tidak terkontrol tanpa sebab yang jelas. Ia melihat kondisi demikian merupakan risiko pekerjaan.

"Pernah waktu jadi saksi di pengadilan saya bentak-bentak hakim. Saya baru sadar ketika selesai teman bilang kalau saya marah-marah," tandasnya. (*)