Satu orang meninggal dunia, yang merupakan tamu dari orang tua tersangka (Foto : Agus Junaidi / Jatim TIMES)
Satu orang meninggal dunia, yang merupakan tamu dari orang tua tersangka (Foto : Agus Junaidi / Jatim TIMES)

Hanya gara gara harta warisan sebidang tanah yang dijanjikan oleh orang tua yang tidak kunjung diberikan, Kamaruddin (22) warga Dusun Pasar Desa Pandeman kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep nekat mencoba menghabisi kedua orang tuanya dengan cara mencampur potasium pada botol soft drink.

Aksi nekat Kamaruddin ini dilakukan saat rumah orangnya sedang kosong dan campuran potasium tersebut dipasang pada botol soft drink dan ditempatkan diruang tamu.

Kapolsek Arjasa Iptu Karsono SH mengatakan, kejadian ini bermula ketika tersangka Kamaruddin memaksa orang tuanya untuk menjual sebidang tanah yang uangnya akan dipergunakan tersangka.

"Namun karena orang tua tersangka selalu mengulur ngulur waktu atau tidak kunjung untuk menjual tanah yang diminta tersangka maka timbullah niat jahat tersangka untuk menghabisi menghabisi kedua orang tuanya,” ujar Iptu Karsono SH lagi.

Ironisnya, orang tua Kamaruddin yang menjadi targetnya justru lolos, karena pada saat orang tua Kamaruddin sampai dirumah, ternyata ada 3 orang tamu. Maka spontan, minuman soft drink tersebut disuguhkan kepada tamunya, yakni Dahud (58), Mahaji (60) dari desa Saunten Kecamatan Sapeken, dan Mahran (63) tetangga kedua orang tua Kamaruddin.

Akibat kejadian tersebut Dahud mengalami keracunan paling parah hingga meninggal setelah sampai di Puskesmas Arjasa sedang Mahaji dalam kondisi kritis. Beruntung Mahran tidak sempat meminum racun tersebut.

Sementara pihak puskesmas Arjasa yang dihubungi SumenepTimes membenarkan kejadian tersebut menimpa 2 orang yang mana satu orang meninggal dan satu orang lagi kritis

"Memang benar tadi siang sekitar jam 11.30 ada 2 orang warga yang mengalami Itoksinasi atau keracunan satu orang atas nama Dahud meninggal dunia sedang satu orang lagi atas nama Mahaji berhasil diselamatkan setelah dilakukan tindakan medis dan sampai saat ini kondisi korban masih belum stabil," tutur dr. Nurli dari Puskesmas Arjasa.

Kapolsek Arjasa Iptu Karsono SH, mengatakan, atas perbuatannya ini Kamaruddin harus meringkuk di tahanan Polsek Arjasa dan harus berhadapan dengan sangsi hukum yang cukup berat.