Kades Tegalrejo Disidang, Warganya Segel Kantor dan Rumah Dinas PTPN XII Pancursari | Sumenep TIMES

Kades Tegalrejo Disidang, Warganya Segel Kantor dan Rumah Dinas PTPN XII Pancursari

Dec 13, 2017 19:44
Ilustrasi sengketa lahan yang terus terjadi. (Foto via indoprogress.com)
Ilustrasi sengketa lahan yang terus terjadi. (Foto via indoprogress.com)

Persoalan sengketa tanah di Kabupaten Malang yang terbilang banyak di tahun 2016, baik antara warga dengan pemerintah maupun antar warga sendiri, serupa api dalam sekam.

Menunggu momen pemantik, maka persoalan sengketa tanah yang sudah tercatat selesai melalui musyawarah bahkan yang sudah berketetapan hukum, bisa kembali mencuat.

Hal ini terjadi di Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Dimana permasalahan sengketa lahan antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Pancursari dengan warga desa  kembali memanas.

300 lebih massa yang merupakan warga Desa Tegalrejo melakukan aksi dan menyegel kantor Afdeling SKM Kebun Pancursari serta rumah dinas yang ditempati Asisten Tanaman (Astan) Kebun Pancursari. 

Di tempat berbeda, yaitu di Pengadian Negeri (PN) Kepanjen digelar persidangan perdana kasus penyerobotan lahan PTPN XII yang dilakukan oleh Kepala Desa Tegalrejo, Ari Ismanto. 

Dua peristiwa berbeda tempat tapi dalam waktu yang relatif bersamaan dengan objek persengketaan yang sama ini, tentunya membuat pihak keamanan bersiaga penuh sejak pagi di dua lokasi tersebut.

"Iya ada dua peristiwa dengan objek sama. Tapi alhamdulillah semua berjalan lancar, mas. Tidak ada kericuhan, aman," kata Agus Harianto Camat Sumawe, Rabu (13/12) yang berada di lokasi dalam memantau aksi ratusan warganya. 

Agus tidak berkomentar panjang saat ditanya mengenai hubungan aksi warga  dengan disidangkannya kepala desa Tegalrejo. "Yang pasti semua berjalan lancar walaupun tadinya kita juga was-was. Warga yang demo juga tertib pun dari PTPN," ujar Agus kepada  MalangTIMES.

Walaupun ada desas desus bahwa dua kejadian itu berkorelasi erat. Warga merasa keberatan pimpinannya disidangkan dengan persoalan tanah garap seluas 177 hektar oleh pihak PTPN.

Terjadinya peristiwa aksi dan disidangkannya Ari Ismanto (36), Kades Tegalrejo dengan dugaan  penyerobotan dan penguasaan lahan di Kebun Pancursari PTPN XII Pancursari diperkirakan sekitar tahun 2016. Dan membuat pihak PTPN merasa dirugikan sebesar 1,3 Miliar rupiah.

PTPN merasa bahwa lahan yang digarap dan dikuasai oleh Ari merupakan lahannya dengan bukti Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) seluas 13.213.520 M2 yang dipergunakan untuk perkebunan dengan jangka waktu 25 tahun terhitung sejak 31 Desember 2012.

"Terdakwa secara sepihak telah menduduki lahan tersebut dan menanaminya dengan tanaman tebu dan ketela pohon. Perbuatan ini tidak berdasarkan Kerja Sama Usaha (KSU) antara terdakwa dengan PTPN XII," terang Juniharti Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Selain hal tersebut, menurut dakwaan yang dibacakan Juniharti,  terdakwa juga menyewakan lahan tersebut kepada beberapa  warga dengan uang sewa sebesar 4-8 Juta rupiah. " Uang sewa tersebut juga tidak diserahkan kepada perusahaan," imbuhnya.

Permasalahan ini telah dijembatani sejak tahu 2016. Ivan Gunawan Manager Kebun pernah mengirim surat peringatan kepada Ari yang intinya meminta untuk menghentikan aktifitas di lahan tersebut. "Tapi karena tidak dihiraukan, akhirnya kita bawa ke ranah hukum," ujar Ivan.

Atas perbuatannya tersebut, JPU mengenakan Pasal 107 huruf a jo Pasal 55 huruf a UU RI No. 39 tahun 2014 tentang Perkebunan untuk menjerat Kepala Desa Tegalrejo yang dimungkinkan memantik aksi ratusan warganya.

Sementara Penasehat Hukum terdakwa, Agus Syafii usai persidangan mengatakan, ada dakwaan JPU yang kurang sesuai dengan kenyataan di lapangan. Dimana terdakwa disangkakan tidak membayar sewa lahan kepada Perkebunan.

"Padahal terdakwa sesuai dengan bukti-bukti di lapangan membayar sewa  lahan tersebut. Dan selalu disertai bukti kuitansi pembayarannya," terang Agus yang juga enggan berkomentar atas peristiwa aksi warga Tegalrejo.

Topik
Malang Berita Malang peristiwa malang Sengketa Lahan

Berita Lainnya