Ekspresi anak-anak dalam sunatan massal yang dilaksanakan oleh Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu yang bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, Kamis (14/12) (Nana/MalangTIMES)
Ekspresi anak-anak dalam sunatan massal yang dilaksanakan oleh Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu yang bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, Kamis (14/12) (Nana/MalangTIMES)

Bakti sosial dengan acara khitanan atau sunat masal telah menjadi pilihan berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta. Ini pula yang dipilih oleh Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Di tengah hujan pagi terbilang deras yang turun di wilayah Kepanjen, sekitar 60 anak-anak yang diantar oleh orang tuanya maupun berangkat bersama dengan menaiki mobil hias dan lainnya mendatangi Kodim 0818.

Siap untuk menanggalkan kuncup di alat vitalnya. Yang unik adalah berbagai ekspresi dari 60 anak-anak dari masyarakat miskin dan anak-anak yatim piatu saat menghadapi sunatan ini.

Raut cemas dan ketakutan tergambar di wajah mereka. Walau pihak Kodim 0818 menyediakan tempat menunggu dengan menampilkan tayangan film dan buku.

"Enggak sakit disunat. Kalau dulu iya. Sembuhnya juga dulu lama sekarang cepat. Itu ada temannya baru disunat sudah bisa berjalan," kata Komandan Resort Militer (Danrem) 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Bangun Nawoko saat meninjau sunatan masal, Kamis (14/12).

Ekspresi ketakutan seorang anak dengan menutup wajahnya, Kamis (14/12) (Nana/MalangTIMES)

Walau telah dimotivasi oleh Danrem 083 yang didampingi Dandim 0818 dan Wakil Bupati Malang, ekspresi anak-anak masih terlihat ketakutan. "Tidak usah takut. Nanti habis sunat dapat sarung dan songko. Dapat sangu lagi dari bapak tentara," ujar HM Sanusi Wabup Malang menghibur anak-anak.

Di lantai dua, tempat sunatan massal, suasana rengekan ketakutan diselingi tangisan anak-anak yang sedang dalam proses sunat oleh para dokter, memenuhi ruangan.

Aldi (7) warga Kepanjen yang pasrah terlentang dengan raut takut diwajahnya berkali-kali mengerang. Rasa penasaran sekaligus takut bercampur satu. "Sudah tidak usah lihat burungnya. Tutup aja wajahmu yaa," kata salah satu dokter yang menyunat Aldi dan secara langsung menutupi wajahnya dengan songko yang dibawanya.

Di kasur sebelahnya, Iwan (6) yang melihat temannya menangis menutup matanya. Sebelum tangisannya meledak saat kuncup alat vitalnya dioperasi.

Berbagai ekspresi anak-anak tersebut membuat suasana ramai di Kodim 0818 yang biasanya tenang. Celotehan anak-anak yang sudah disunat pun memancing tawa para tamu undangan. "Engga sakit ternyata, kaya digigit semut," ujar Iqbal (7) kepada temannya yang menunggu giliran. Iqbal juga dengan bangga memperlihatkan hasil sunatnya yang membuat orang-orang tertawa. 

Sunatan massal yang dilakukan oleh Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu merupakan  acara dalam memperingati Hari Juang Kartika TNI AD dan HUT Kodam V Brawijaya 2017. Dalam perayaan hari juang kartika yang juga dikenal dengan hari kelahiran TNI AD ini, konsep yang diusung adalah kegiatan yang secara langsung bisa dinikmati dan memiliki manfaat besar bagi masyarakat. 

"Khususnya bagi mereka yang tidak beruntung dan kekurangan yang ada disekitar kita," ujar Dandim 0818 Letkol Inf Ferry Muzawwad.