Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Bangun Nawoko bersama penerima bantuan, Kamis (14/12) di Kodim 0818. (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Bangun Nawoko bersama penerima bantuan, Kamis (14/12) di Kodim 0818. (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Merayakan Hari Juang Kartika  TNI AD dan HUT Kodam V Brawijaya 2017, Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malang serta unsur masyarakat dan swasta, menghelat acara Bantuan Sosial (Bansos) bagi masyarakat miskin, anak yatim piatu dan penyandang disabilitas.

Acara yang cukup menguras air mata penerima bantuan dan seluruh tamu undangan ini, ternyata menurut Danrem  083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Bangun Nawoko merupakan kegiatan yang tidak disukainya.

"Saya sebenarnya tidak senang dengan kegiatan ini. Sedih. Indonesia telah merdeka 72 tahun. Indonesia  juga negara yang kaya, tapi sampai saat ini kita masih menyaksikan saudara-saudara kita yang kurang beruntung ini," kata Bangun, Kamis (14/12).

Kondisi masyarakat yang masih kurang beruntung, baik dari sisi ekonomi misalnya, dalam usia ke- 72 tahun Indonesia merdeka ini, dan relatif terbilang banyak inilah yang membuat Bangun tidak menyukai kegiatan bansos tersebut.

"Bukan karena apa, karena sedihnya itu. Untungnya masyarakat kita kepekaan sosialnya tinggi. Hingga saudara-saudara kita yang kurang beruntung dirangkul dan dibantu seperti saat ini," terang Bangun kepada media.

Suasana haru penerima bansos, Kamis (14/12) (Nana)

Acara bansos dalam merayakan hari kelahiran TNI AD yang kental dengan nilai-nilai sosial kemanusiaan yang kini lekat dengan institusi militer ini, menjadi komitmen bersama. Untuk terus dilanjutkan setiap tahun. Bahkan, kata Bangun, dalam setiap kegiatan apapun acara-acara di Kodim atau Koramil wajib mengutamakan giat bansos.

"Jadi bukan hanya hura-hura saja, tapi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat tidak beruntung. Saya salut kepada Kodim 0818 yang bisa merangkul seluruh elemen dalam acara ini. Ini sinergitas yang indah," ucap Bangun.

Pendekatan humanis tentara dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat, terus dibangun dalam mewujudkan manunggalnya TNI-Masyarakat. Misal, seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu dengan kegiatan Operasi Katarak. 1.100 orang tidak mampu berobat gratis. Pun, dengan operasi bibir sumbing.

Kegiatan-kegiatan tersebut membuat masyarakat tidak mampu dengan berbagai kekurangannya bisa tersenyum dan bangkit semangat hidupnya.

"Semua bukan karena kita, tapi karena seluruh elemen masyarakat yang peka dan saling mendukung dalam bansos bersama kita," ujar Bangun yang mengatakan dalam acara diserahterimakan berbagai bantuan. Baik untuk penyandang difabel berupa kursi roda, santunan sampai bantuan permodalan bagi masyarakat kurang mampu.