Risna Buatasik saat dikeler polisi. (Doc MalangTIMES)
Risna Buatasik saat dikeler polisi. (Doc MalangTIMES)

Masih ingat dengan wanita asal Pomala, Sulawesi Tenggara, yang berdomisili di Jalan Mergan Raya, Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang, yakni Risna Buatasik(43)? Dialah yang melakukan penipuan dengan bermodal yayasan fiktif.

Gara-gara perbuatannya itu, kini Risna telah mendapatkan vonis dari hakim selama satu tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Malang. Dalam sidang yang dipimpin Susilo Dyah Caturini itu, hakim memberikan hukuman yang lebih ringan daripada tuntutan jaksa prnuntut umum(JPU) Desi Sari Dewi. Jaksa sebelumnya menuntut terdakwa Risna dengan hukuman dua tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa Risna Buatasik telah terbukti  secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam dakwaan. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu pidana penjara selama satu tahun," ungkapnya

Dalam persidangan, terdakwa mengakui telah melakukan aksinya menipu para korban dengan modus menawarkan kredit motor yang potongannya mencapai 50 persen dari total harga sebenarnya. Diskon tersebut akan didapat para korban jika mereka melakukan kredit lewat Risna yang merupakan pengurus Yayasan Pembinaan Perempuan Indonesia Mandiri yang sebenarnya fiktif dan hanya bermodal sertifikat palsu.

Selain iming-iming harga yang didapat setengah harga dari harga asli, para korban juga semakin tergoda karena terdakwa berjanji bahwa setelah setahun melakukan kerja sama tersebut, BPKB akan bisa dikantongi oleh korban.

Namun belum genap setahun, beberapa korban sudah didatangi oleh pihak leasing yang menagih angsuran kredit motor mereka. Para korban akhirnya mengatakan bahwa semua surat telah diberikan kepada Risna. Sedangkan Risna ternyata diketahui hanya membayar angsuran motor tersebut selama beberapa bulan saja. Setelah itu, Risna tidak pernah membayar kembali angsuran motor tersebut.

"Terdakwa telah terbukti melakukan kebohongan jepada saksi dan korban lain sehingga mereka tergerak untuk menyerahkan sejumlah uang. Masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," ujar hakim.

Seperti yang pernah diberitakan MalangTIMES, Risna berhasil menipu 120 orang di Kota Malang dengan kerugian mencapai satu miliar rupiah lebih. Pelaku melakukan aksinya sejak 2015. (*)