Secara simbolis Ketua Tim LBKS Hery Kristianto (kanan) memberikan bantuan sosial kepada masyarakat Kabupaten Malang yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Malang Sanusi (tengah) di Pendapa Agung Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Secara simbolis Ketua Tim LBKS Hery Kristianto (kanan) memberikan bantuan sosial kepada masyarakat Kabupaten Malang yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Malang Sanusi (tengah) di Pendapa Agung Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

Tim Lintas Batas Kesetiakawanan Soaial (LBKS) dari Kementerian Sosial menggelontor beragam bantuan sosial bagi masyarakat Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Senin (18/12/2017).

Acara yang dipusatkan di Pendapa Agung Kabupaten Malang Jalan Agus Salim No 7 Malang ini langsung mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Malang melalui leading sector Dinas Sosial.

Beragam bantuan yang diberikan Tim LBKS yang dikomandoi Hery Kristianto, yang juga menjabat sekretaris Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Kemensos, antara lain sarana pendidikan, bantuan mobilitas bagi penyandang disabilitas tubuh, sembako, serta bantuan hak sipil berupa akta nikah dan akta kelahiran anak.

Tercatat bantuan sosial dari Tim LBKS adalah lima mesin jahit, obras, tongkat netra, alat bantu dengar, 1 kursi roda, 11 kaki palsu, 200 tas sekolah, 350 kotak hadiah bagi anak sekolah, 7 akta kelahiran anak dan 2 akta nikah.

Sumber bantuan yang diberikan Tim LBKS ini dananya tidak menggunakan APBN maupun APBD. Bantuan itu dari para relawan sosial yang meliputi pengusaha, pebisnis, dan yayasan di Indonesia.

Ketua Tim LBKS Hery Kristianto menjelaskan, kegiatan ini sesuai dengan tema kesetiakawanan sosial. Yaitu sebagai perekat kebersamaan, kegotong-royongan dan peduli dalam membantu sesama masyarakat yang lebih membutuhkan.

"Jadi, kami di sini ada 86 orang benar-benar merajut kepedulian sosial sesama dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dam NKRI sebagai harga mati dalam peringatan HKSN tahun 2017," kata Hery saat ditemui MalangTIMES usai acara tersebut.

Menurut dia, bantuan LBKS ini dari peran-peran pilar relawan sosial yang spontanitas bersumbangsih memberikan bantuan sesuai dengan kebutujan daerah, tanpa menggunakan dana dari pemerintah pusat maupun daerah.  "Contoh bantuam yang kami berikan seperti bencana dan kekeringan di wilayah Pacitan beberapa hari lalu. Kami sudah memberikan bantuan sesuai permintaan. Lalu di Tulungagung, soal kesulitan aliran listrik, juga kami berikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat di sana," paparnya.

Hery menyebutkan, relawan peran pilar relawan sosial di antaranya dari Dharma Wanita Kemensos, Yayasan Pondok Kasih, Yayasan ASEAN Muslim, Metropolitan Peduli, Masyarakat Bambu Nusantara, Komunitas Musik Jalanan.

R Tim LBKS ini dibagi menjadi dua tim. Tim A melakukan perjalanan pada 6 Desember 2017 di Pacitan, lalu bergerak ke Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kabupaten Malang dan titik akhir ke Surabaya. Sedangkan rute perjalanan Tim B LBKS mulai Bangkalan, Sumnep, Pamekasan, Sampang dan berakhir di Surabaya.

"Jadi, besok titik terakhir perjalanan Tim LBKS berkumpul di Surabaya melaksanakan bakti sosial donor darah di Hotel Grand City. Ada pula pengobatan masal dan pembagian 1.000 sembako warga miskin di Islamic Centre. Lalu, acara puncak HKSN pada 20 Desember nanti di Kodam V Brawijaya Surabaya," pungkasnya. (*)