Sri Astuti,  Kepala Disperindag Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Sri Astuti, Kepala Disperindag Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Bekas Pasar Kanigoro akan diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Itu setelah pedagang dipindahkan ke pasar baru dan dilakukan lelang terhadap aset yang memiliki nilai ekonomis di pasar tersebut. 

“Kami jadwalkan pedagang pindah ke pasar baru pada akhir November,” kata Sekretaris Disperindag Pemkab Blitar, Sri Astuti. 

Pelaksana pembangunan Pasar Kanigoro tahap II telah ditentukan dalam lelang, Senin (8/7) pembangunan tahap II resmi dimulai. Sri menuturkan anggaran pembangunan menelan biaya Rp 5,8 miliar. Itu untuk dua bidang pekerjaan, yakni pembangunan sarana penunjang luar dan dalam. 

“Schedule-nya, kegiatan tersebut selesai dikerjakan dalam waktu tiga bulan,” tuturnya.

Dengan hitungan itu diperkirakan pada akhir Oktober pelaksanaan tahap II ini rampung. Namun, pihaknya enggan mengambil keputusan pemindahan pedagang pada awal November lantaran tidak menutup kemungkinan ada hal-hal kecil yang belum diselesaikan sehingga membutuhkan tambahan waktu pelaksanaan. 

Jadi, kami berharap pindahnya bisa bersamaan, biar adil,” sambungnya.

Pasca pemindahan pedagang, pemerintah akan menunjuk appraisal untuk menaksir nilai aset yang ada di Pasar Kanigoro. 

“Jika memang masih ada nilai ekonomis pada bangunan tersebut, akan dilakukan lelang yang kemudian hasil lelang tersebut disetorkan ke kas daerah. “Hal ini tentunya bisa dilakukan setelah semua pedagang pindah ke pasar baru,”imbuhnya.

Pihaknya menyebut, lokasi bekas Pasar Kanigoro ini akan diubah menjadi RTH. Namun terkait hal itu, bukan menjadi kewenangan Disperindag, melainkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Untuk teknisnya bagaimana, ya ada di DLH,”pungkasnya.(*)