Kepala Sub-Divisi Jasa ASA I-3 Perum Jasa Tirta Hadi Witoyo. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Kepala Sub-Divisi Jasa ASA I-3 Perum Jasa Tirta Hadi Witoyo. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

 Memasuki bulan keempat musim kemarau, level ketinggian air di Waduk Wonorejo, Tulungagung, mengalami penurunan. Meski begitu, penurunan itu masih dianggap wajar lantaran saat ini ketinggian level air di atas 2 meter dari pola.

Di level ini, cadangan air di waduk  yang dulu diresmikan  Presiden Megawati Soekarnoputri itu masih berlebih. Diperkirakan hingga akhir musim kemarau di bulan November, cadangan air Waduk Wonorejo masih cukup.

“Masih surplus. Untuk cadangan ke depan sampai diperkirakan akhir musim kemarau bulan November itu, kita masih punya cadangan 64 juta meter kubik air,” ujar Kepala Sub-Divisi Jasa ASA I-3 Perum Jasa Tirta Hadi Witoyo.

Menurut Hadi, input air pengisi waduk saat ini sudah sangat kecil. Bahkan Kali Song sebagai penyupali air terbesar  kini sudah tidak mampu menyuplai air lagi ke Waduk Wonorejo.

“Saat ini sudah nol. Sumber asli itu untuk layanan irigasi saja,” sambung pria ramah tersebut.

Untuk tiga anak sungai lain yang menjadi penyuplai seperti Kali Putih, Kali Wangi, dan Kali Bodeng, debit saat ini paling besar 1–1,5 meter kubik yang masuk ke waduk.

Air Waduk Wonorejo ini digunakan untuk PLTA (pembangkit listrik tenaga air), irigasi, dan suplai air untuk industri PG Modjopanggong. Untuk menyiasati minimnya air, penggunaan air untuk PLTA dikurangi menjadi 8 jam sehari. Sisanya digunakan untuk keperluan irigasi dan pemenuhan air PG Modjopanggong.

“Pengurangan (air untuk) PLTA ini saya lakukan sejak awal Juni karena saat itu curah hujan sudah mulai minim. Sehingga debit yang masuk kalau kami lepas sesuai kapasitas PLTA selama 24 jam tidak seimbang,” terang Hadi lebih lanjut.

Hal itu dilakukan agar cadangan air Waduk Wonorejo ini tetap aman hingga akhir musim kemarau pada November. Jika kemarau berkepanjangan hingga melewati  November, Jasa Tirta akan melakukan revisi pola output air. Misalnya mengurangi jatah air untuk irigasi. “Dalam kondisi ekstrim, ada rapat untuk merevisi layanan menurunkan layanan menjadi 80  persen,” kata Hadi.

Irigasi yang dilayani Waduk Wonorejo meliputi areal persawahan di Kecamatan Kauman dan Gondang.