Olahan tradisional Dawet ayu (Dok. MalangTIMES)
Olahan tradisional Dawet ayu (Dok. MalangTIMES)

Musim kemarau seperti sekarang, olahan yang segar pastinya banyak diburu masyarakat. Buat yang ingin nostalgia dengan olahan tradisional sekaligus menghilangkan dahaga, Dawet Ayu rasanya pilihan yang tepat. Untuk yang masih bingung harus nikmati Dawet Ayu yang enak dan murah di mana, bisa langsung datang ke Terminal Kopi Malang di lantai satu Pasar Terpadu Dinoyo.

Karena di sana, selain menyuguhkan sederet olahan kopi terbaik di nusantara, juga terdapat beberapa olahan tradisional yang tak kalah lezat. Salah satunya adalah Dawet Ayu, olahan khas nusantara yang pastinya memiliki ciri khas tersendiri. Dijamin, olahan yang satu ini bakal bikin rasa haus hilang.

Pemilik stand Dawet Ayu Ciepoet, Ernawati menyampaikan, dawet ayu merupakan salah satu minuman tradisional yang saat ini semakin banyak dicari. Selain memang memiliki rasa manis yang khas dan alami, dawet ayu juga banyak diburu lantaran cukup mengenyangkan.

"Sekarang, peminat dawet memang semakin banyak," katanya pada MalanTIMES belum lama ini.

Perempuan berhijab ini menyampaikan, untuk lebih jauh mengenalkan dawet ayu, maka perlu ada berbagai upaya. Salah satunya adalah dengan bergabung dengan Terminal Kopi Malang di Pasar Terpadu Dinoyo. Berada di pusat kota dan kawasan pendidikan serta lingkungan kampus, dia optimis pamor dawet akan semakin terangkat.

"Di sini pangsa pasarnya beragam, ada banyak mahasiswa, dan ini juga cara kami memperkenalkan olahan tradisional," imbuhnya.

Sejak pertama kali gabung dengan Terminal Kopi Malang, dia pun merasa ada peningkatan penjualan. Sehingga ia optimis, angka penjualan dawet ayu miliknya itu akan terus meroket. Selain itu, produk olahannya itu akan semakin banyak dikenal.

Lebih jauh dia menyampaikan, dawet ayu buatannya dengan dawet ayu pada umumnya memamg tak jauh berbeda. Namun untuk menjaga kesegaran dan rasa yang nikmat, ia memilih menggunakan gula asli. Selain itu juga menggunakan warna alami, seperti pandan untuk memberi warna pada dawet.

"Santan juga fresh dibuat mendadak, agar tetap segar," terangnya.

Selain itu, untuk menambah kenikmatan, ia memilih menyuguhkan dawet ayu menggunakan gerabah. 

Karena gerabah dinilai memiliki nilai khas dan mampu mempertahankan kenikmatan dibanding harus menggunakan plastik. Namun untuk dawet yang dibungkus, sementara ini masih memanfaatkan plastik.

"Selain di Terminal Kopi Malang, saya juga memiliki kedai di daerah Kepanjen dan Pakisaji. Selain itu saya juga sering mengikuti event untuk memperkenalkan produk saya," pungkasnya.

Buat yang penasaran, bisa langsung datang ke lantai satu Pasar Terpadu Dinoyo ya gengs. Di sana kalian akan mendapati stand Dawet Ayu. Termasuk juga sederet olahan lain yang mampu menggoyang lidah kalian. 

Harganya pun sangat murah, Dawet Ayu super segar ini dibandrol hanya Rp 5 ribu aja loh, dan pasti akan bikin kalian ketagihan.

Sebagai informasi, Terminal Kopi Malang merupakan salah satu pusat ngopi hasil kerjasama antara Manajemen Mall Dinoyo City, Kamar Dagang Induk Usaha Mikro Kecil Menengah, Komunitas Aku Kuliner, Komunitas dan Penggiat Kopi, dan media berjejaring terbesar di Indonesia MalangTIMES (JatimTIMES Grup).