Ilustrasi
Ilustrasi

Dari 220 desa di Kabupaten Blitar hanya tinggal satu desa yang belum mencairkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap III. 

Desa tersebut adalah Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa Pemkab Blitar, Dwi Noviyanto mengatakan, bahwa sampai saat ini masih belum ada pengajuan dari Desa Tuliskriyo untuk proses kelengkapan atau persyaratan pencairan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahap III.

"Sampai saat ini kita belum ada merekomendasikan pencarian ADD maupun DD untuk Desa Tuliskriyo,” jelas Dwi.

Dikatakannya, keterlambatan pencairan DD dan ADD Desa Tuliskriyo diantaranya karena imbas dari kasus penyelewengan DD dan ADD Desa Tuliskriyo tahun 2018 lalu. 

Sehingga DD dan ADD tahap pertama pun baru bisa dicairkan bulan Agustus 2019. 

Terkait hal ini, Dwi mengaku pihaknya terus mendorong Desa Tuliskriyo memercepat penyerapan anggaran DD dan ADD tahap pertama serta segera mengajukan pencairan DD dan ADD tahap ke dua.

“Kami terus mendorong desa Tuliskriyo untuk mempercepat penyerapan dan segera mengajukan pencairan DD dan ADD tahap ketiga. Karena bulan ini Desa lain sudah memasuki pengajuan pencairan tahap ketiga,” tegasnya.

Lebih dalam Dwi memastikan 219 Desa lain di Kabupaten Blitar dipastikan sudah mencairkan DD dan ADD tahap pertama dan kedua. 

“Untuk 219 desa sudah melakukan pencarian tahap III. Kami sendiri terus melakukan monitoring terhadap desa-desa agar tahapan pembangunan segera terselesaikan,” pungkasnya.(*)