Plt Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tuti Komaryati membuka workshop BMW Abangwira.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Plt Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tuti Komaryati membuka workshop BMW Abangwira.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Blitar bertekad mencetak wirausaha muda. Komitmen itu diwujudkan dengan menjaring ratusan bibit pengusaha muda dari sejumlah kecamatan dan pelosok desa melalui program Audisi Pengembangan Wirausaha (Abangwira).

Program ini telah berjalan dan sedikitnya diikuti sekitar 200 pemuda-pemudi yang ikut seleksi. Peserta memprioritaskan disabilitas, masyarakat miskin dan perempuan kepala keluarga. Selama dua hari, tanggal 2 dan 3 Oktober 2019, peserta yang lolos seleksi awal dikumpulkan di Aula Disparbudpora Kabupaten Blitar untuk mengikuti Busines Motivation Workshop (BMW). Para peserta yang datang dari berbagai kecamatan itu mendapatkan motivasi dan materi bagaimana langkah-langkah berwirausaha.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Tuti Komaryati, mengatakan program Abangwira ditujukan kepada anak-anak muda yang memiliki keinginan dan sudah memiliki usaha kecil-kecilan tapi belum tersentuh pelatihan yang diberikan oleh pemerintah. Lewat program ini, para anak muda yang mendaftar diseleksi secara ketat untuk kemudian diberikan pelatihan.

“Mereka diseleksi secara online, dari 200 anak itu 110 telah terseleksi dan mengikuti BMW hari ini. Mereka akan kita seleksi lagi menjadi 80 orang dan ikut kegiatan selama 4 hari namanya BMC dan diseleksi lagi menjadi 50 orang dan akan kita bina selama 3 bulan periode Oktober sampai Desember. Harapan kami ke depan mereka bisa menjadi wirausahawan yang mandiri,” ungkap Tuti Komaryati kepada BLITARTIMES.com.

Dikatakanya, Abangwira ini terbuka bagi anak-anak muda yang menggeluti bisnis apapun. Pihaknya tanggap dengan situasi saat ini dimana di era Revolusi Industri 4.0 ini anak-anak muda semakin kreatif membuat produk wirausaha. ”Anak-anak milenial ini banyak yang ingin jadi pengusaha, kalau tidak dimbimbing nanti arahnya bisa tidak jelas. Oleh sebab itu pemerintah harus hadir, Pemkab Blitar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro akan memberikan pembinaan dan fasilitasi kepada anak-anak muda ini,” tegasnya.

Lebih dalam Tuti berharap, dengan program Abangwira ini para pengusaha muda semakin terbuka wawasanya. Serta semangat kewirausahaanya semakin meningkat dan kemandiriannya terbentuk. “Dan tak kalah penting, kekuatan dalam menghadapi tantangan bisnis juga akan mereka dapatkan. Karena kalau dia sendirian pasti prosesnya tidak akan bisa cepat. Tapi bila diberikan pelatihan dan motivasi, mereka sedikit demi sedikit akan bisa mandiri,” tandas Tuti.

Pasca Abangwira ini Tuti berjanji ke depan akan terus memfasilitasi para pengusaha muda untuk mengembangkan bisnisnya. Dirinya juga berjanji, kedepan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro akan menjalankan program Abangwira di tahun-tahun berikutnya untuk terus mencetak pengusaha-pengusaha muda Kabupaten Blitar.

“Fasilitasi terus kami lakukan. Karena nanti kalau usahanya berjalan, kami di bidang usaha mikro ada pembinaan selanjutnya. Kemudian jika sudah menjadi pengusaha lebih besar lagi, nanti kita arahkan ke industri dan akan dibina Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),” paparnya.

Sementara itu panitia kegiatan, narasumber sekaligus Owner Oemah Djenang, Chinyo Christiawan, dalam kesempatan ini menyampaikan materi motivasi berwirausaha. Menurutnya, dalam wirausaha itu ada pemasaran, keuangan, branding, dan  teknik-teknik pemasaran secara khusus.

“Wirausaha itu kuncinya di manajemen. Dan kita berharap setelah pelatihan ini pemasaran yang belum melebar ke depannya bisa semakin meluas dan menyebar ke seluruh Negara melalui media online maupun offline. Pemasaran era saat ini tidak terbatas, kuncinya dengan meningkatkan kualitas produk kita. Produk wirausaha dari Kabupaten Blitar ini sangat berpotensi sekali, banyak produk UMKM Kabupaten Blitar tersebar di berbagai kota/kabupaten seluruh Indonesia,” terangnya.

Narasumber lainnya, Joko Kurniawan (trainer, penulis buku, hypnotherapist), di kesempatan ini menyampaikan materi motivasi bisnis kepada para peserta selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Salah satu materi yang cukup menarik adalah materi menghancurkan mental block, dimana menurutnya orang akan berkembang kalau hal-hal yang menghalangi pikiranya bisa disingkirkan.

Menurut dia, ketakutan yang menginggapi orang yang memulai usaha di antaranya takut rugi, tidak punya modal. Kemudian ragu melangkah dan bingung mau melakukan bisnis apa.

“Orang akan bisa sukses setelah hal-hal negatif atau ketakutan pada diri dan pikiranya bisa disingkirkan, dan itulah yang akan kita singkirkan selama dua hari ini. Dan dia setelah terjun dalam dunia usaha tidak akan setengah-setengah. Apa yang diyakini akan menjadi sesuatu luar biasa dalam kehidupannya,” paparnya.(kmf)