petugas saat mengevakuasi motor dari bawah bus (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
petugas saat mengevakuasi motor dari bawah bus (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

1 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan JayengKusumo, Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru. Kecelakaan lalu lintas melibatkan 1 bus dan 2 sepeda motor, Senin (28/10/19).

Kecelakaan terjadi lantaran bus Harapan Jaya AG 7885 UR yang dikendarai oleh Heru Setyawan, warga Kelurahan Way Dadi Kota Bandar Lampung melaju dari arah selatan. Tepat di depan RSU Putra Waspada melintas sepeda motor AG 6103 KCG yang dikendarai oleh Wahyudi Slamet, warga Desa Tapan RT. 3/1, Kecamatan Kedungwaru menyeberang dari barat ke timur.

Sopir bus mencoba menghindari motor itu dengan membanting kemudi ke kanan, namun lantaran jarak yang terlalu dekat, kecelakaan tak dapat dihindari.

Saat bersamaan pula, dari arah utara muncul sepeda motor AG 4345 JR yang dikendarai oleh M.Wahyu dan Edi Supriyanto. Lantaran tak sempat menghindar, sepeda motor yang dikendarai oleh M.Wahyu turut terlindas bus itu. Keduanya warga Desa Banjaranyar Kecamatan Kras Kabupaten Kediri.

“Iya benar telah terjadi kecelakaan antara bus dan 2 sepeda motor,” ujar Kanit laka Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Diyon Fitrianto.

Akibat kejadian itu Wahyudi Slamet meninggal ditempat dengan luka parah di bagian kepala. Sedang M.Wahyu dan Edi Supriyanto mengalami luka-luka di tangan dan kaki. Ke 2 korban lukan dibawa ke RSUD dr. Iskak untuk menerima tindakan medis.

Bahkan posisi tubuh Wahyudi Slamet terjepit roda bus. Kedua motor terjepit dibawah badan bus.

Untuk mengeluarkan kedua motor itu dilakukan upaya paksa dengan menjalankan bus hingga motor berhasil ditarik keluar dari bawah bus.

Dari penuturan saksi di lokasi, bus sudah mengambil jalur berlawanan sejak di depan Café Raja (1 Kilo meter sebelum lokasi). Bahkan bus melaju dengan kecepatan tinggi.

“Dari Café Raja sudah ngeblonk (ambil jalur kanan),” ujar Anto, saksi dilokasi.

Terlihat di lokasi tidak terdapat bekas atau tanda pengereman.

Sementara itu sopir bus, Heru Setyawan mengaku telah menggunakan jalur kanan. Dirinya juga mengakui juga melaju dengan kecepatan tinggi, lantaran berusaha mendahului truk dan mobil di depanya. “Sekitar 70-80 kilometer perjam,” ujar Heru.

Heru sempat akan melarikan diri dengan memanjat tembok setelah menabrak. Dia takut di hakimi masa. Saat ini Heru diamankan oleh pihak berwajib guna menjalani proses hukum selanjutnya.