Bupati Blitar Rijanto memimpin panen raya cabai keriting di Dusun Tambakrejo, Desa Ngadri, Kecamatan Binangun (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Bupati Blitar Rijanto memimpin panen raya cabai keriting di Dusun Tambakrejo, Desa Ngadri, Kecamatan Binangun (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

Bupati Blitar Rijanto memanen cabai keriting bersama masyarakat Dusun Tambakrejo, Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Rabu (30/10/2019). Panen raya itu dilakukan bersama kelompok tani Tani Makmur.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar itu datang didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir Wawan Widianto, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan drh Adi Andaka serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Tuti Komaryati.

Setiba di lokasi bupati dan rombongan memanen cabai keriting di tanah ladang dusun setempat. Bupati juga menyempatkan meninjau infrastuktur pertanian, diantaranya gudang pembibitan cabai dan lokasi pembangunan embung.

Dalam kesempatan itu, Bupati Blitar Rijanto mengatakan, Dusun Tambakrejo merupakan satu diantara sentra cabai yang ada di Kabupaten Blitar. Dalam kesempatan ini, bupati memberikan apresiasi kepada petani Dusun Tambakrejo Desa Ngadri yang bisa melaksanakan panen raya di lahan seluas 25 hektar pada musim kemarau.

Apresiasi juga disampaikan bupati kepada Dinas Pertanian dan Pangan yang tak henti-hentinya memberikan pembinaan dan pendampingan kepada petani dusun setempat.

“Pembinaan terus dilakukan dinas pertanian, karena Blitar ini adalah daerah pertanian. Kita terus dorong petani menggunakan bibit unggul bersertifikat. Begitupun seluruh petani di Kabupaten Blitar masuk kedalam kelompok tani yang berada dibawah naungan Gapoktan. Dan saat ini khusus petani cabai kita wadahi dalam koperasi, karena apa, bila tidak ada koperasi petani tidak akan kuat dan gampang dipermainkan tengkulak,” ungkap Bupati Rijanto dalam sambutannya.

Bupati menambahkan, potensi cabai di Kabupaten Blitar sangat luar biasa. Kedepan pihaknya akan berupaya mendorong ekspor cabai ke banyak daerah khususnya ibukota Jakarta. Ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani cabai.

“Kita sudah kerjasama dengan DKI Jakarta di bidang telur ayam, telur kita setiap hari kita kirim kesana. Jumat besuk, rombongan dari DKI akan datang kesini untuk melakukan penjajakan lagi. Disamping melihat telur, mereka akan kita ajak melihat tanaman cabai. Kalau cocok, DKI bisa menerima cabai dari Kecamatan Binangun,” terang bupati yang dikenal peduli dan dekat dengan rakyat.

Lebih lanjut di kesempatan ini bupati juga berpesan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Pangan serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, untuk terus mendampingi dan membina petani di wilaya Blitar Selatan.

Di kesempatan ini, masyarakat petani juga menyampaikan uneg-unegnya kepada bupati. Bupati yang dikenal merakyat menyapa warga usai panen cabai. Beberapa hal yang disampaikan petani kepada bupati diantaranya meminta bantuan sumur bor dan peralatan ozone untuk mengawetkan cabe.

“Tadi saya setelah memanen cabai menyempatkan diri berdialog dengan warga. Warga meminta beberapa bantuan, diantaranya sumur bor dan ozone untuk mengawetkan lombok (cabai). Tentu akan kita bantu, silahkan nanti diusulkan melalui Musrenbang. Kebutuhan masyarakat akan kita akomodir untuk meningkatkan kesejahteraan,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Tani Makmur Dusun Tambakrejo Desa Ngadri, Erik Prasetyo, menyampaikan hasil panen cabai petani dusun setempat di musim kemarau kali ini cukup luar biasa. Kunci sukses petani ialah mengairi ladang dengan sistem infus atau irigasi tetes.

“Hasil panen 25 hektar ini luar biasa untuk ukuran musim kemarau. Keberhasilan ini tak lepas dari pendampingan dan pembinaan yang terus dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar. Kami berharap panen raya ini bisa berkelanjutan kedepannya,” pungkasnya.(kmf)