Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang Ika Yusanti (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang Ika Yusanti (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Sarana komunikasi antara keluarga dengan warga binaan permasyarakatan (WBP) sering terbatas, bahkan terkadang acapkali dianggap sulit. Padahal,  melepas rindu bagi keluarga terhadap anak atau sanak saudara yang harus menjadi warga binaan paling mudah melalui komunikasi yang intens. Sementara, akses untuk menggunakan handphone (HP)  tidak diperkenankan.

Namun, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Malang berbeda. Menepis sekat antarkeluarga dengan warga binaan itu, wadah sarana komunikasi disediakan melalui 'Sharing Informasi bagi Anda dan Keluarga (Si Mbak)'.

Sarana tersebut berupa forum grup dalam aplikasi chatting Whatsapp yang menyambungkan antarpetugas lapas, keluarga tahanan, dan warga binaan. "Ini salah satu bentuk layanan kami kepada keluarga narapidana. Ternyata mereka itu kesulitan berkomunikasi karena kami nggak bisa menyediakan HP. Dan tidak semua keluarga warga binaan itu bisa datang untuk membesuk setiap saat," ujar Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang Ika Yusanti.

Ika menjelaskan, melalui forum grup tersebut, pihak keluarga narapidana bisa berkomunikasi apa pun. Mulai dari menanyakan kondisi kesehatan keluarganya atau mencari informasi kepada pejabat struktural mengenai syarat pembebasan, dan yang lainnya. 

"Sebenarnya sederhana saja. Mau tanya tentang kepengurusan atau informasi bisa. Atau meminta anaknya untuk telepon. Nah pihak kami nanti akan menyampaikan kepada warga binaan supaya telepon keluarganya melalui wartel yang disediakan di sini," imbuhnya.

Meski baru berjalan  tahun 2019 ini, Ika berharap fasilitas tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan oleh keluarga warga binaan. Hal tersebut juga untuk menghindari adanya miskomunikasi  yang selama ini kerap dialami oleh keluarga atau warga binaan sendiri.

"Harapannya tidak ada lagi miskomunikasi antar-keluarga ataupun warga binaan. Di sini kami bisa menciptakan suatu kekeluargaan, baik dari warga binaan dan keluarganya. Semoga ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya," tandasnya.