PMR MAN 2 Tulungagung sedang menerima pembekalan dari petugas BNNK tentang bahaya narkoba (Joko Pramono for Jatim Times)
PMR MAN 2 Tulungagung sedang menerima pembekalan dari petugas BNNK tentang bahaya narkoba (Joko Pramono for Jatim Times)

Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah, BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten ) memberikan pelatihan tentang bahaya narkoba bagi pelajar. Kegiatan ini dilakukan di kantor BNNK Tulungagung.

“Kita berikan pembekalan pada PMR (palang merah remaja) tentang bahaya narkoba,” Ujar Kepala BNNK Tulungagung melalui Tri Arief Praharianto, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada BNNK Tulungagung.

Bukan tanpa alasan pihaknya menggandeng pelajar dalam mensosialisasikan bahaya narkoba, pasalnya dari data BNNK, 60 persen dari pengguna yang diassesment merupakan pelajar.

Pelajar ini menerima pembekalan mulai jenis-jenis narkoba, modus operandi penyebaran, dampak penggunaan narkoba, kondisi psikis dan jasmani pecandu narkoba serta penanganan apabila ada korban atau pengguna mengalami sakau (kecanduhan) atau overdosis.

”Misalkan di sekolah terdapat atau mungkin ada yang lagi sakau atau overdosis itu penangan pertama yang benar kita ajarkan pada mereka,” ujarnya lebih lanjut.

Di samping itu mereka juga dibekali ilmu sehingga menjadi pendidik sebaya untuk  menyampaikan bahaya narkoba bagi remaja. Mereka juga dibekali ilmu untuk membentuk satgas anti narkoba di sekolah. “Supaya bisa menciptakan sekolah yang bersih narkoba,” tuturnya.

Tri tidak menampik jika peredaran narkoba sudah menyentuh pelajar. Pelajar menjadi sasaran pengedar lantaran kondisi mereka yang masih labil.

Pembekalan ini dilakukan rutin setiap minggu mulai dari tingkat SD hingga Mahasiswa. Konsumsi narkoba di Tulungagung sendiri sudah bergeser. Jika awalnya didominasi oleh dobel L, kini penyalahgunaan narkoba sudah didominasi oleh sabu.

Sementara itu salah satu pelajar yang ikut pembekalan, Mia Kolifatun Nisa’ mengatakan pembekalan ini sangat berguna bagi dirinya. Dirinya bisa tahu bahaya dan ciri-ciri pengguna narkoba, sehingga mengantisipasi sejak awal penyalahgunaan narkoba di sekolah maupun lingkungan rumahnya.

“Berguna, saya akan memberikan sosialisasi pada teman saya, pada keluarga dan orang terdekat saya supaya terjauh dari bahaya narkoba,” ujar gadis yang aktif di PMR MAN 2 Tulungagung.

Pembina PMR MAN 2, Indra Saputro berharap dengan pembekalan ini bisa menciptakan sekolah yang bebas narkoba. Untuk siswa yang ikut pembekalan nantinya diharapakn menjadi kader P4GN di sekolahnya. “Kita akan bentuk kelompok P4GN di sekolah untuk memberikan sosialisasi bahaya narkoba di sekolah,” ujar Indra Saputro.