Proses evakuasi mayat yang ditemukan terkubur di belakang rumah di Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Istimewa)
Proses evakuasi mayat yang ditemukan terkubur di belakang rumah di Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Istimewa)

Wakib, warga Dusun/Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Jombang ditemukan warga terkubur di kebun belakang rumah. Diduga, kakek berusia 80 tahun ini dikubur oleh keponakannya yang mengalami gangguan jiwa.

Mayat Wakib ditemukan pertama kali oleh Kepala Dusun Gajah, Sutikno dan warga setempat, pada Kamis (13/2) pukul 08.00 WIB. Saat ditemukan, mayat Wakib sudah dalam kondisi terkubur tanah di kebun belakang rumah. Hanya sebagian tubuh bagian kaki sebelah kanan yang nampak di permukaan tanah.

Dijelaskan Sutikno, Wakib terakhir kali terlihat oleh warga pada Sabtu (8/2) siang. Kakek yang sehari-hari bekerja mencari rongsokan ini, sudah tidak terlihat di rumahnya pada Selasa (11/2).

"Hari Selasa malam sekitar pukul 8 (20.00 WIB) kita datang dengan tokoh bernama pak Sugioto untuk mengasih uang PKH. Nah di situlah pak Wakib sudah tidak ada di rumah," terangnya saat diwawancarai di rumah Wakib, Kamis (13/2) siang.

Menurut penjelasan Sutikno, korban selama ini kerab merasakan sakit di bagian kaki. Karena faktor usia yang sudah tua, kondisi fisik Wakib juga sering sakit-sakitan.

Karena kondisi itu, Sutikno dan warga sekitar merasa curiga dengan menghilangnya Wakib. Hingga akhirnya Wakib ditemukan terkubur di kebun belakang rumah pada Kamis (13/2) pagi.

"Tadi pagi baru kita cari bersama tokoh masyarakat di belakang rumah. Nah di situ kita melihat ada kaki yang terkubur di dalam tanah," terangnya.

Wakib selama ini tinggal di rumah bersama keponakannya bernama Suyono (35), yang sedang mengalami gangguan jiwa. Kepada Sutikno, Suyono mengaku menguburkan Wakib yang diketahui meninggal pada Minggu (9/2) malam.

Dikatakan Sutikno, keponakan Wakib tersebut mengaku menyeret tubuh korban dari sofa ruang tamu ke kebun belakang rumah. Keponakan Wakib yang mengidap gangguan jiwa inilah, yang menguburkan mayat Wakib menggunakan cetok.


 

"Ya kita tanya Suyono (Keponakan korban, red). Dia (Suyono, red) bilang, bapak mati terus saya seret ke belakang, saya kubur dengan cetok," ujar Sutino menirukan omongan Suyono.


 

Sementara, Kapolsek Ngoro AKP Lely Bachtiar membenarkan adanya kakek yang ditemukan terkubur di belakang rumah. Menurut Lely, korban dikubur oleh keponakannya yang sedang mengalami gangguan jiwa.


 

"Korban diketahui sudah dalam keadaan terkubur di belakang rumah korban dalam posisi masih kelihatan sikunya. Korban dikubur oleh keponakannya yang mengidap ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa)," bebernya.


 

Dari hasil identifikasi di lokasi, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Untuk memastikan penyebab matinya korban, polisi membawa mayat Wakib ke RSUD Jombang untuk diautopsi.


 

"Sementara tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun untuk kepastian matinya korban, mayat kita bawa ke RSUD Jombang," pungkasnya.(*)

 

<