Bupati Malang HM Sanusi (kemeja putih) saat menyerahkan bantuan masker untuk para pekerja migran di luar negeri (Foto : Istimewa)
Bupati Malang HM Sanusi (kemeja putih) saat menyerahkan bantuan masker untuk para pekerja migran di luar negeri (Foto : Istimewa)

Hingga hari ini (Kamis 13/2/2020) sore, terkonfirmasi ada lebih dari 60 ribu jiwa teridentifikasi mengidap virus corona. Dimana warga negara China menjadi pasien terbanyak dari virus yang memiliki nama ilmiah Covid-19 tersebut.

Melansir dari situs resmi Kantor Staf Presiden, terhitung sejak Kamis (13/2/2020) pukul 17.00 WIB, terdapat 29 negara yang sudah mengkonfirmasi warganya terjangkit virus corona.

Dimana negara China menjadi wilayah dengan jumlah pasien terbanyak, yakni dengan 59.822 pasien. Dari jumlah tersebut, 1.367 di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan 6.086 pasien diantaranya dinyatakan pulih.

Menanggapi fenomena merebaknya virus corona, seluruh negara di belahan dunia masif melakukan pencegahan terhadap virus yang mematikan tersebut.

Tanpa terkecuali di negara Indonesia, salah satunya yang dilakukan oleh pemerintahan Kabupaten Malang. Hari ini (13/2/2020) Bupati Malang HM Sanusi menyerahkan bantuan berupa masker kepada PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Ribuan masker yang ditujukan untuk menangkal virus corona bagi para pejuang devisa negara ini, diserahkan secara simbolis kepada Jiati, selaku Pembina SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia) DPC Malang.

”Sudah dua kali mendapatkan bantuan masker, jika ditotal jumlahnya lebih dari 5 ribu masker. Bantuan masker ini akan segera didistribusikan ke para Pekerja Migran Indonesia yang ada di beberapa negara,” kata Jiati, saat menerima bantuan masker di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (13/2/2020).

Rencananya, lanjut Jiati, bantuan masker tersebut akan disalurkan kepada pekerja migran yang ada di Hongkong, Singapura, dan Taiwan. Namun, untuk proses pendistribusian ke negara Taiwan masih memerlukan proses lobby khusus.

”Karena barang dari luar negeri yang masuk ke Taiwan, termasuk barang dari Indonesia seperti ini memang harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu dari otoritas setempat,” jelas Jiati.

Jika mengacu data yang ada, pendistribusian masker untuk pekerja migran di tiga negara tersebut memang dirasa tepat. Sebab, hingga hari ini (Kamis 13/2/2020) sudah ada 51 pasien yang terkonfirmasi mengidap virus Corona di negara Hongkong. Dimana dari jumlah tersebut, 1 orang dinyatakan meninggal dan 1 pasien lainnya berhasil pulih.

Kemudian, untuk negara Singapura dikonfirmasi ada 50 orang, dan 15 diantaranya dinyatakan pulih. Sejauh ini, negara Singapura belum menyatakan adanya pasien yang meninggal karena terjangkit virus mematikan tersebut.

Bergeser ke negara Taiwan, tercatat ada 18 pasien virus Corona. Dimana dari belasan pasien yang menjalani perawatan, hanya satu pasien yang dinyatakan pulih. Sedangkan 17 sisanya masih menjalani perawatan intensif.

”Setidaknya ada sekitar 7 ribu buruh migran yang berada di Singapura, Taiwan dan Hongkong,” jelas Jiati sembari mengatakan jika pihaknya belum bisa memastikan apakah ke-7 ribu pekerja migran tersebut ada yang terinfeksi virus Corona.

Selain segera mengurus proses distribusi masker, Jiati juga sedang mengajukan bantuan tambahan bantuan masker. ”Renananya akan mengajukan bantuan 20 ribu masker lagi untuk didistribusikan ke ribuan buruh migran,” jelasnya.

Disaat bersamaan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, menuturkan jika masker yang diberikan kepada pekerja migran tersebut merupakan hasil koordinasi dengan instansi pemerintahan terkait. Diantaranya dari Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Lawang dan RSUD Kanjuruhan.

”Pemberian masker kepada pekerja migran ini merupakan wujud kepedulian Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang, terhadap keselamatan saudara kita yang saat ini bekerja di luar negeri. Tujuannya untuk mengantisipasi penyeberan Corona Virus,” ujar Yoyok.

 

<