Irjen (Purn) Machfud Arifin
Irjen (Purn) Machfud Arifin

Bakal calon Wali Kota Surabaya Irjen (Purn) Machfud Arifin sudah bersiap menghadapi gelaran Pilwali Surabaya tahun 2020 ini. Machfud memiliki bekal dengan dapat lima dukungan partai. Yaitu, PKB, Gerindra, Demokrat, Nasdem, serta PAN.

Dengan dukungan lima partai itu Machfud sudah bisa melenggang sebagai calon. Karena total mengumpulkan 20 kursi. Sudah memenuhi syarat minimal 20 persen yang sebenarnya hanya membutuhkan 10 kursi saja di DPRD Surabaya.

Kamis (13/2) sore Machfud menggelar bincang-bincang santai dengan para awak media yang bertugas liputan di DPRD Surabaya maupun Pemkot Surabaya. Gayanya dalam berbicara cukup blak-blakan dan khas Arek Suroboyo.

Machfud menceritakan bahwa awal karirnya sebagai polisi berangkat dari Surabaya. "Kemudian jelang masa pensiun saya ditaruh oleh pimpinan jadi kapolda. Luar biasa ini, jarang berangkat dari Surabaya kembali menjelang akhir masa dinas kurang 22 bulan saya bisa menjabat Kapolda Jatim," ujarnya.

Bagi dia itu sebuah kehormatan yang luar biasa. Dan selama menjadi kapolda sekitar dua tahun bisa membangun masjid serta rumah sakit.

Machfud menjelaskan jika seandainya dalam masa akhir dinas bertugas di Jakarta mungkin dia tidak akan pernah kepikiran untuk maju sebagai calon Wali Kota Surabaya. "Mungkin ini jalan Tuhan jadi saya tahu betul kondisi Surabaya. Saya tahu betul kondisi Jawa Timur, saya sangat mengenal Surabaya dengan baik sehingga pada gilirannya pada saat masih dinas banyak orang yang mengajak saya untuk menjadi wali kota," bebernya.

Dan ketika baru pensiun dia langsung ditunjuk sebagai ketua TKD Jatim yang ditugasi untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. "Kesimpulan bahwa orang melihat saya bisa berkolaborasi dengan semua tokoh yang ada di Jawa Timur," lanjutnya.

Saat ini Mahfud menjelaskan sudah mendapat dukungan dari lima partai untuk bersaing dalam pilwali. "Ada yang bilang, ada yang belum masih ini (surat resmi) memang aturan partai saja," tuturnya.

Karenanya Machfud berharap agar surat rekom resmi itu bisa diturunkan segera. Sehingga dia ingin langsung bisa menyapa warga di bawah. "Untuk bisa mengenal siapa saya pernah berbuat apa dan mau dibawa ke nana Surabaya. Konon Surabaya simpel saja yang penting orangnya sehat, anak bisa sekolah, bisa kerja," tegasnya.

Ditanya tentang soal mantan jenderal bintang dua mau turun ke tingkat wali kota Machfud menanggapi santai. "Kok mau bintang dua jadi walikota? Jawabannya satu, ini jalan Tuhan karena saya harus mengabdi di kota kelahiran saya, saya cinta Surabaya. Di Indonesia pernah ada di eks menteri di level tinggi jadi wali kota. Kemudian Ibu Khofifah menteri jadi gubernur dan Gus Ipul malah jadi wakil. Di Jepang itu seorang menteri mau menjadi wali kota," lanjutnya.

Sementara soal strategi menghadapi petahana Machfud sendiri menegaskan tidak ada masalah. Meskipun PDIP dengan kadernya sudah berkuasa selama dua dekade atau 20 tahun lamanya di Surabaya.

PDIP Surabaya sendiri saat ini memang belum memunculkan calon. Karena diindikasikan memiliki banyak faksi. Mulai faksi Whisnu Sakti Buana, Bambang DH, Armuji hingga terbaru yang dianggap calon dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, seorang birokrat Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi.


"Jangankan 20 tahun. Belanda jajah kita setengah abad saja bisa kita kalahkan. Apalagi cuma gitu aja. Selesai-selesai," ucap Machfud enteng.

Demikian juga soal kemungkinan ada kompetitor lainnya Machfud juga mengaku siap. "Petanya kan tidak jelas. Siapa yang usung muncul kita keplaki saja. Tenang saja," katanya kembali lantas tertawa.

Machfud berkoar jika belum ada lawan saja dirinya sudah melaju kencang. Apalagi jika ada lawan, maka gas akan lebih dipacu lebih kencang lagi. "Segalanya siap, tidak ada mundur lagi. Gaspol gak pake injek rem," imbuhnya.

<