Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (jilbab putih) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (jilbab putih) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Persoalan banjir tak hanya menghantui wilayah Kota Malang saja. Di Jawa Timur beberapa daerah bencana ini seakan masih menjadi momok yang belum usai. 

Penyebab yang paling disoroti adalah tumpukan sampah yang kerap menyumbat saluran air dan menjadikan air sungai meluap. Hal inilah yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. 

Masyarakat diminta  lebih menjaga kebersihan lingkungan di wilayahnya masing-masing.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan banyak hal yang bisa dimanfaatkan perihal lingkungan agar sampah tidak menumpuk dan menyebabkan banjir. 

Ia menilai, masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur sudah banyak yang menciptakan beragam inovasi yang memanfaatkan sampah.

"Ada inovasi-inovasi, ada kreativitas-kreativitas (dari warga se-Jatim). Nah, bagaimana kemudian proses demokrasi menjadi demokreasi. Artinya, yang peduli lingkungan ini sudah banyak. Maka kultur kita saya minta tolong dirapikan semua," ujarnya kepada awak media, saat ditemui usai menghadiri acara HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) di Taman Rekreasi Sengkaling, Malang, Selasa (18/2).

Ia meminta kepada masyarakat di seluruh wilayah di Jawa Timur untuk memperhatikan lingkungannya sendiri. Dimulai dari hal yang simple, dengan membiasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai.

Bahkan, ia mengharapkan setiap wilayah RT maupun RW menyediakan kontainer khusus sampah. Setidaknya, setiap orang memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungannya dari penyebab banjir.

"Makannya jangan buang sampah di sungai, jangan buang sampah di got. Kalau belum ada kontainer di tingkat RT dan RW, saya rasa masyarakat bisa urunan (iuran). Yang terpenting ada awarness (kesadaran) dari seluruh masyarakat. Saya rasa, kepala desa, lurah bisa menggunakan dana desa atau kelurahan untuk memberikan fasilitas dalam kebersihan lingkungan mereka," jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial ini menyampaikan beragam inovasi dan tingginya kepedulian lingkungan masyarakat saat ini akan memiliki dampak yang baik. 

Bukan hanya alam saja, namun secara tidak langsung juga mengubah efisiensi pendapatan bagi ibu-ibu rumah tangga.

Karena, dari berbagai inovasi yang muncul, secara tidak langsung juga melahirkan industri-industri kreatif. 

"Kita mencoba mencari solusi, dan kita melihat bahwa ini bottom up prosess. Kalau masyarakat di lini paling bawah itu sudah melakukan berbagai exercise, maka saya ingin mengajak industri kreatif, tengok dan memberi mereka pendampingan, bagaimana produk-produk mereka bisa mendapat akses ke pasar," tandasnya.