Polisi rilis 41 Tersangka Narkotika hasil tangkapan satu bulan terakhir / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Polisi rilis 41 Tersangka Narkotika hasil tangkapan satu bulan terakhir / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Peredaran narkoba di wilayah Tulungagung sungguh mengkhawatirkan. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya pengguna maupun pengedar yang berhasil dibekuk olah Polres Tulungagung.

Dalam rilis hasil tangkapan narkotika selama satu bulan yang dilaksanakan oleh Satreskoba dan Polsek, terdapat 41 pengedar narkoba jenis shabu dan Dobel L berhasil ditangkap guna proses hukum lebih lanjut.

"Ini bagian dari operasi narkoba yang berhasil kita laksanakan," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, Kamis (20/02) siang.

Rilis yang didampingi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung, BNN dan juga FKUB itu, Kapolres menunjukkan berbagai macam barang bukti. Di antaranya, 12,8 gram shabu serta ribuan pil Dobel L serta peralatan hisap (bong).

"Ini pengedar dan pemakai, untk bandarnya kita lakukan penyelidikan dan kita akan mengejar jaringan shabu yang berasal dari tiga jaringan besar," ujarnya.

Jika dilihat dari jumlah yang diamankan dan juga barang bukti, peredaran narkotika di Kabupaten Tulungagung masih tinggi.

“Dalam rilis ini kami mengundang unsur Forkompinda Tulungagung serta BNN untuk bersama-sama memberantas barang haram ini, bukan hanya di Tulungagung yang peredaran Narkotika tinggi, tapi di daerah lain juga demikian,” papar EG Pandia.

Diantara 41 tersangka yang diamankan itu, ada 6 residivis yang kembali diamankan karena terbukti kembali memakai dan mengedarkan barang haram itu.

Dari data yang dirilis itu, barang bukti terbesar didapatkan dari, Mujiono (38) warga Desa Mojoarum Kecamatan Gondang berupa shabu seberat 2,24 gram. Kemudian 2,35 gram shabu juga disita dari tangan Agil Prastama (25) warga Desa Sawo Kecamatan Campurdarat.

“Jumlah tangkapan terbesar dari wilayah Karangrejo, namun dari kebanyakan yang kita amankan ini, barangnya dari tiga jaringan yang berbeda,” ungkap Pandia.

Selain shabu, Kapolres menjelaskan jika belasan dari 41 tersangka yang dirilis adalah pengedar pil dobel L  dan obat terlarang lainnya dengan total 18 tersangka.

“Mari kita mulai menjadi polisi bagi diri sendiri dan bersama saling mengawasi dan mengingatkan agar kasus Narkotika dapat ditekan,” ppaa

Berikut rincian tangkapan dari seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung.

1. Kecamatan Kedungwaru dengan 8 tersangka dengan rincian 3 tersangka ditangkap di Desa Bangoan dan masing-masing 1 tersangka ditangkap di Desa Kedungwaru, Desa Plosokandang, Desa Ketanon dan Desa Ringinpitu.

2. Kecamatan Campurdarat 6 Tersangka dengan rincian 2 ditangkap di desa Campurdarat dan 2 di Desa Gamping, 1 di Bandil serta 1 tersangka lain ditangkap di desa Sawo.

3.Kecamatan Tulungagung 6 tersangka ditangkap di Tertek 3 tersangka sisanya masing-masing 1 tersangka ditangkap di Kelurahan Sembung, Kelurahan Kepatihan, dan Kelurahan Bago.

4. Kecamatan Boyolangu 4 Tersangka

5. Kecamatan Ngunut, 4 Tersangka

6. Kecamatan Sumbergempol, 3 tersangka

7. Kecamatan Sendang, 3 tersangka.

Selanjutnya, Kecamatan Rejotangan, Kecamatan Karangrejo, Kecamatan Bandung, Kecamatan Kalidawir, Kecamatan Gondang, Kecamatan Tanggunggunung, Kecamatan Ngantru masing-masing satu tersangka.