Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana
Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana

 Whisnu Sakti Buana, wakil wali kota Surabaya, meminta agar warga Surabaya tidak panik menghadapi corona atau covid-19.
Itu merespons adanya aksi borong bahan makanan, masker, maupun kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian. ’’Tetap tenang. Jangan merespons informasi dengan panik,’’ katanya, Senin (9/3/2020).
Ia menyatakan saat ini pengendalian virus masih belum menentu. Langkah solusi, dikatakan politisi PDIP Jatim ini, dengan upaya pengendalian perencanaan anggaran APBD-Perubahan di Surabaya. ’’Perubahan ini nantinya bisa difokuskan untuk perhatian kepada pencegahan maupun sosialisasi,’’ kata pria yang akrab disapa WS ini.
Perubahan anggaran APBD ini dinilai WS bisa dimasukkan ke dalam pos anggaran untuk preventif dan promotif.’ "Negara harus hadir. Itu bisa dilakukan Dinas Kesehatan maupun satgas yang bertugas dalam penanganan kesehatan,’’ terang dia.
Tak hanya itu. WS meminta agar pihak Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk segera memikirkan upaya dan tindakan pencegahan (preventif) maupun sosialisasi (promotif). ’’Kepanikan itu boleh jadi karena pemahaman masyarakat yang kurang,’’ ujar pasangan Risma dalam Pilkada Surabaya 2015 lalu tersebut.
Untuk itu, tindakan dari tenaga kesehatan yang diharapkan lebih maksimal lagi atau proaktif memberikan informasi kepada masyarkat secara langsung. 
Perihal pengendalian perencanaan anggaran untuk kesehatan ini, alumnus ITS Surabaya ini lebih menyoroti Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019.  Yakni, upaya pencegahan dalam menyikapi bencana non-alam akibat penyakit, pandemi global yang berdampak nasional haruslah disikapi dengan strategi perencanaan penganggaran di daerah.
’’Dalam waktu ini Saya akan berkordinasi dengan pakar kesehatan maupun ahli virologi dan kesehatan masyarakat sebagai bahan dengar pendapat,’’ pungas salah satu kandidat yang maju Pilwali Surabaya 2020 ini.