Kades Kemirigede, Hari Purnawan memberikan paparan seputar pelayanan publik berbasis online yang diterapkan Desa Kemirigede.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Kades Kemirigede, Hari Purnawan memberikan paparan seputar pelayanan publik berbasis online yang diterapkan Desa Kemirigede.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pemerintah Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali melaksanakan studi tiru mengenai pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital ke Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Selasa (17/3/2020).

Dalam studi tiru ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jembrana mengajak serta 256 Kepala Kelian dan Kepala Dusun dari 51 desa/kelurahan. 

Desa Kemirigede dipilih sebagai tujuan studi tiru karena desa ini merupakan desa wisata berbasis digital dan masuk dalam pilot project Smart City oleh Pemkab Blitar.

Dalam sambutanya, Kepala Desa Kemirigede Hari Purnawan menyampaikan sebagai salah satu pilot project Smart City, Desa Kemirigede telah menerapkan pelayanan publik berbasis digital.

Selain layanan adminduk online melalui E-SIAP (Elektronik Sistem Aplikasi Pendaftaran), Desa Kemirigede juga memberikan layanan surat menyurat secara online melalui aplikasi pelayanan desa dan kelurahan (Apeldeskel) dan aplikasi Mall Pelayanan Publik.

“Sebagai pilot project smart city, warga kami sudah familiar dengan pelayanan online, khsususnya adminduk. Ngurus adminduk cukup dari rumah lewat ponsel melalui aplikasi E-SIAP online. Di sini meski desa kami berada di lereng pegunungan, jaringan internetnya cukup baik. Sudah banyak warga kami yang pasang wifi,” papar Hari Purnawan.

Dikatakanya, Pemerintah Desa Kemirigede melalui slogan Gogoniti ‘Ngawulo Kanggo Wargo Kanthi Cepet Lan Tliti’ terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pelayanan secara online. 

Mutu dan kualitas pelayanan juga terus ditingkatkan sebagai perwujudan pengabdian maksimal kepada masyarakat.

“Sebagai pilot project Smart City, kami terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Untuk adminduk, warga kami sudah familiar dan terbiasa ngurus adminduk secara online. Begitupun dengan layanan di bidang lain secara online melalui Mall Pelayanan Publik,” tukasnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar, Bambang Edy Susilo, di kesempatan ini menyampaikan Pemkab Blitar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) telah meluncurkan aplikasi E-SIAP layanan adminduk secara online. 

Belakangan, sosialisasi E-SIAP ini kian digencarkan melalui jemput bola (Jebol).

“Kita di Kabupaten Blitar punya program yang namanya jebol. Dalam jebol ini, selain pelayanan di desa, Dispendukcapil juga mengisinya dengan sosialisasi E-SIAP. Hasilnya luar biasa, warga kami kian familiar dengan layanan E-SIAP online. Di E-SIAP  ini semua adminduk bisa terlayani, mulai dari e-KTP, KK hingga akta kelahiran dan lainya,” terangnya.

Lebih dalam Bambang berharap kegiatan Studi Tiru oleh  Pemkab Jembrana ini bisa membawa kemajuan bagi Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Bitar. 

Diharapkan pula kerjasama antar dua daerah bisa terus berlanjut.

“Kita sama-sama belajar, saat ini Kabupaten Jembrana studi tiru pelayanan adminduk berbasis digital ke Desa Kemigede. Tapi patut diakui, untuk wisata kami dari Blitar masih belajar, dan Bali jauh lebih maju. Untuk wisata kami masih belajar kepada Bali,” katanya.

Rombongan dari Kabupaten Jembrana merasa puas dengan studi tiru di Desa Kemirigede.

Dikatakan Camat Mendoyo Kabupaten Jembrana I Putu Nova Noviana, saat ini Kabupaten Jembrana telah memulai menerapkan Desa Digital. 

Studi tiru ini akan dipergunakan untuk melengkapi kekurangan yang ada di Jembrana.

“Di Jembrana kita ada pelayanan yang kita namakan 5 menit langsung keluar. Namun ini hanya untuk surat-surat, sifatnya pelayanan dasar seperti surat keterangan. Sebagai pilot project smart city, Desa Kemirigede ini luar biasa, studi tiru ini menambah wawasan kami khususnya Kelian dan Kepala Dusun yang setiap harinya bersentuhan dengan masyarakat. Dan semoga dengan studi tiru ini kedepan pelayanan publik di Jembrana akan semakin lebih baik,” tandasnya.

Sekedar diketahui, studi tiru Pemkab Jembrana di Desa Kemirigede sempat terancam dibatalkan sebagai antisipasi virus corona. 

Namun dengan beragam pertimbangan akhirnya kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan mewajibkan screening dan cuci tangan dengan hand sanitizer bagi seluruh yang hadir.(*)