Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif.  (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Progress pelaksanaan tracing dari mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19 terus di lakukan. 

Pendataan itu berlangsung di sekitar lingkungan pasien yang telah berinteraksi dengannya selama 14 hari terakhir sebelum menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sudah ada setidaknya delapan orang yang dinyatakan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan delapan ODP tersebut merupakan orang terdekat pasien.

Mereka tercatat memiliki kontak erat dengan tingkat resiko tinggi.

"Tracing kita lakukan terhadap yang pernah kontak dengan yang bersangkutan. Sementara yang masuk saat ini, keluarga terdekat itu ada delapan orang. Mereka memiliki kontak erat yang lama," ujarnya, Kamis (19/3).

Dijelaskannya, saat ini terhadap ke depalan orang tersebut belum ditentukan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 

Sebab, usai pendataan itu, mereka masih harus melakukan beberapa tahapan pemeriksaan.

Yaitu, pengambilan sampel swab (cairan di tenggorokan). Yang mana, nantinya swab itu harus dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Hasilnya belum, masih pendataan. Prosedurnya, memang kita lakukan pemeriksaan swab itu. Swab yang pertama sudah dilaksanakan, swab yang kedua sekitar 14 hari lagi. Dari pengambilan swab pertama ini nanti dipacking dulu, Insyaallah paling lambat besok dikirim,” jelas Humas Tim Satgas Penanganan Corona Kota Malang itu.

Lebih lanjut, ia mengatakan tim Satgas masih terus melakukan tracing terhadap orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien.

Khususnya, mereka yang kontak dekat dalam waktu 14 hari sebelum pasien masuk rumah sakit.

“Ini teman-teman di lapangan masih melakukan pendataan dan sekaligus tracing terhadap yang bersangkutan. Jadi ini yang kontak berat, yang paling banyak berhubungan dan paling lama berhubungan dengan yang bersangkutan di 14 hari sebelum pasien masuk rumah sakit," tandasnya.

Sebagai informasi, pasien dengan kasus nomor 7 tersebut masih menjalani perawatan intensif di RSSA Kota Malang. 

Saat ini, dikabarkan kondisi tubuhnya juga berangsur membaik.