Bupati Malang HM Sanusi saat menerangkan terkait situasi wabah Covid-19 di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi saat menerangkan terkait situasi wabah Covid-19 di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Terkait wabah virus Covid-19, masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah Kabupaten Malang sudah saatnya lebih waspada. Pasalnya, penyebaran virus Covid-19 di kawasan pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati Malang HM Sanusi ini, masuk ranking 5 se-Jatim (Jawa Timur).

Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh Bupati Malang, saat menghadiri agenda rapat penanganan dan sosialisasi check point Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), Senin (13/4/2020).

”(Saat ini Kabupaten Malang) jadi ranking 5 yang asalnya (ranking) 10 sekarang ke 5,” terang Bupati Malang HM Sanusi saat ditemui usai menghadiri agenda rapat yang berlangsung di Pendopo Kepanjen, Kabupaten Malang.

Menurut Sanusi, penyebab terjadinya lonjakan peringkat tersebut lantaran ada penambahan beberapa pasien yang terkonfirmasi Covid-19. ”Positif tambah 4 jadi 11 (pasien), kalau tidak ada tambahan kita tetap (peringkat 10). Kemarin (sebelumnya tambahan 4) ada 7, dan sudah sembuh semua,” kelakar Sanusi.

Orang nomor satu dalam pemerintahan Kabupaten Malang ini, mengaku jika penyebab penambahan jumlah pasien tersebut bukan karena penularan dari wilayah Kabupaten Malang. Melainkan karena terdapat warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19, setelah bepergian ke daerah yang masuk zona merah.

”Mulai dari awal (penyebab penularan Covid-19 di Kabupaten Malang) hanya karena kedatangan. Terbaru karena kedatangan orang yang ke Surabaya, orang yang ikut penataran haji itu,” keluh Sanusi.

Seperti yang sudah diberitakan, satu dari 4 pasien yang terkonfirmasi Covid-19 itu merupakan salah satu dosen di UM (Universitas Negeri Malang). Dimana, dosen tersebut merupakan warga Kecamatan Bululawang.

Sedangkan 3 pasien lainnya, lanjut Sanusi, merupakan warga Kecamatan Ngajum, Pagelaran, dan Pakis. ”Dari (penataran) haji itu 4 orang yang kena Covid-19, jadi yang 3 kalo tidak salah dari tenaga kesehatan sedangkan yang satu dari petugas haji,” jelas Sanusi.

”Yang petugas haji itu (dari) Bululawang dan tenaga kesehatan itu (dari) Ngajum, Pagelaran sama Pakis,” sambung Sanusi.

Salah satu kader PDI Perjuangan ini berdalih, meski di wilayah kepemimpinannya sudah masuk ranking 5 se-Jatim, dan penyebabnya karena tertular dari wilayah luar Kabupaten Malang. Namun, Sanusi sampai saat ini belum punya rencana untuk melarang warganya untuk keluar masuk dari wilayah Kabupaten Malang.

”Bukan kewenangan Pemkab (Pemerintah Kabupaten Malang), kita tidak boleh hentikan perpindahan manusia. Belum sampai kesana aturannya,” tutup Bupati Malang.