Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #CuciTanganPakaiSabun, Jumat (17/4/2020). (Foto: BNPB)
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #CuciTanganPakaiSabun, Jumat (17/4/2020). (Foto: BNPB)

Setelah kemarin (16/4/2020) dilaporkan bahwa pasien positif turun di angka 380 kasus dan pasien meninggal dunia 27 kasus, publik dikejutkan oleh kenaikan yang sangat signifikan untuk pasien positif covid-19. Namun, pasien yang berhasil sembuh berjumlah 102 kasus.

Hari ini (17/4/2020), Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah mengenai covid-19 menyebutkan bahwa terdapat tambahan 407 kasus pasien positif covid-19. "Sehingga jumlahnya menjadi 5.923 pasien," sebutnya saat konferensi pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta, Jumat (17/4/2020) sekitar pukul 15.45 WIB.

Sebaran 407 kasus itu  mencakup 19 provinsi. Yakni DKI Jakarta (154), Sulawesi Selatan (62), Jawa Barat (58), Kalimantan Utara (19), Kepulauan Riau (19), Sumatera Selatan (17), Kalimantan Selatan (15), Bali (11), Banten (11), Papua (9), Jawa Timur (8), Sumatera Barat (7), Nusa Tenggara Barat (6), Jawa Tengah (5), Sulawesi Tengah (2), DI Yogyakarta (1), Jambi (1), Kalimantan Tengah (1) dan Riau (1). 

Achmad Yurianto juga mengatakan terdapat penambahan kasus pasien yang berhasil sembuh. Namun,  dari segi jumlah, pasien sembuh hari ini menurun dibandingkan dengan kemarin.  "Pasien sembuh ada 59 pasien sehingga total menjadi 607 pasien," ucapnya. 

Tambahan 59 pasien berhasil sembuh tersebut tersebar di 11 provinsi. Yakni Jawa Tengah (17), Jawa Barat (13), Jawa Timur (8), Bali (4), Riau (4), DI Yogyakarta (3), Sumatera Barat (3), Banten (2), DKI Jakarta (2), Lampung (2) dan Sulawesi Selatan (1). 

Sedangkan kasus pasien yang meninggal dunia menurun dibanding dengan angka kemarin. "Pasien meninggal 24 orang sehingga menjadi 520 pasien," ungkap Achmad Yurianto. 

Sebarannya meliputi  tujuh provinsi. Yakni, Jawa Tengah (13), Jawa Barat (3), Banten (2), DKI Jakarta (2), Sumatera Barat (2), DI Yogyakarta (1) dan Riau (1). 

Lebih lanjut Achmad Yurianto juga melaporkan perkembangan pemeriksaan kasus yang telah dilakukan di 34 laboratorium yang juga akan disebarluaskan lagi di beberapa titik di Indonesia. "Spesimen yang diperiksa sudah lebih dari 42.000. Kasus yang diperiksa sudah lebih dari 37.000. Hasil positif sampai dengan saat ini pada pukul 12.00 tadi adalah 5.923 orang. Hasil negatif 31.211 orang," jelasnya. 

Terkait data ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan) di Indonesia, Achmad Yurianto juga melaporkan perkembangannya. "ODP yang kita betul-betul harus perhatikan ada lebih dari 173.000. Pasien dalam pengawasan ada 12.610 yang nantinya ini akan menjadi prioritas untuk dilaksanakan pemeriksaan dengan PCR yang real time," bebernya.

Achmad Yurianto juga terus memberikan keoptimisan dan keyakinan kepada seluruh masyarakat agar tidak memperkeruh situasi akibat masyarakat yang panik berlebih. "Yakinlah se-yakin-yakinnya bahwa Allah akan meridai upaya kita. Kita pasti bisa," tutupnya.