Pemakaman PDP Kota Malang yang meninggal. (Foto: Humas Pemkot Malang)
Pemakaman PDP Kota Malang yang meninggal. (Foto: Humas Pemkot Malang)

Satu pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 di Kota Malang meninggal dunia. Pasien yang dimakamkan sesuai protap covid-19 pada siang ini (Senin, 20/4) diketahui tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyatakan, kronologi pasien PDP ini awalnya masuk rumah sakit semalam (Minggu, 19/4) sekitar pukul 22.00. Selang  6 jam, pasien laki-laki berusia 59 tahun tersebut dinyatakan meninggal dunia.

"Tadi malam masuk IGD RST Soepraoen sekitar pukul 10, terus meninggal sekitar pukul 3 tadi pagi," ujarnya.

Dijelaskan, saat awal masuk rumah sakit, pasien itu belum tergolong dalam kategori PDP. Selama enam jam, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan karena pasien mengeluhkan mempunyai riwayat penyakit sesak napas sejak lama.

"Nggak ada (riwayat kontak dengan pasien positif covid-19 ataupun bepergian jauh). Dia memang punya keluhan sesak lama, sehingga hasil pemeriksaan ada terindikasi penyakit paru obstruktif kronis dan adanya kelainan pada irama jantung (atrial fibrilasi)," terangnya.

Selama masa pemeriksaan tersebut, baik dokter dan perawat di rumah sakit  berusaha melakukan upaya terbaik untuk menstabilkan kondisi pasien sebelum dipindahkan ke ruang perawatan. Namun, dua menit setelah ditetapkan berstatus PDP,  pasien meninggal dunia.

"Jadi, karena fokus ini kan di IGD, belum masuk ruangan. Sehingga dokternya berpikir untuk menstabilkan kondisi pasien yang masih tidak stabil. Saturasinya kemarin baru cuma 85, sehingga itu harus dipompa agar saturasi minimal mencapai angka 98. Nah, selama konsentrasi itulah, maka menetapkan PDP. Dua menit setelah ditetapkan, pasien meninggal," imbuh juru bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang itu.

Lebih lanjut Husnul menyampaikan, pasien yang meninggal dengan status PDP itu belum sempat menjalani swab. Sehingga, tidak dapat diputuskan apakah pasien terinfeksi positif covid-19 atau belum.

Dari kejadian ini, artinya sudah ada 6 PDP yang meninggal di Kota Malang. Dari jumlah tersebut, beberapa sudah menjalani proses swab dan hasilnya negatif. Beberapa lainnya masih menunggu hasil swab.

"PDP meninggal bertambah menjadi 6. Hasil swab itu dari pasien PDP meninggal pertama itu diketahui negatif. Pasien kedua, belum di-swab tetapi sempat dilakukan rapid test namun hasilnya negatif. Yang ketiga sampai kelima sudah tes swab dilakukan tapi hasilnya belum, termasuk yang keenam ini belum diketahui," tandasnya.

Sementara berdasarkan data kasus covid-19 di Kota Malang jumlah PDP mengalami peningkatan. Per 19 April 2020 mencapai 188 orang atau bertambah 4 orang dari hari sebelumnya.

Sebelumnya, ada lima PDP dinyatakan meninggal dunia, 34 orang dinyatakan sembuh dan menjalani perawatan di rumah, sementara 79 PDP masih dilakukan dirawat di sejumlah rumah sakit.