Sekretaris Posko Penanggulangan Covid19 Dinkes Tulungagung, Didik Eka (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Sekretaris Posko Penanggulangan Covid19 Dinkes Tulungagung, Didik Eka (Joko Pramono/ JatimTIMES)

2 pasang pengantin akan di rapid test, setelah mereka kontak dengan petugas KUA (kantor urusan agama) Ngantru, KM. KM sendiri diketahui positif covid 19 dan tertular saat mengikuti pelatihan haji beberapa waktu lalu di Sukolilo, Surabaya.

KM pulang dari pelatihan di Surabaya pada 18 Maret yang lalu kemudian sempat masuk kerja selama 5 hari namun langsung mengisolasi diri selama 14 hari sampai 07 April yang lalu.

Setelah itu yang bersangkutan beraktivitas seperti biasa termasuk menikahkan 2 pasangan pengantin asal Kecamatan Ngantru.

"Otomatis yang bersangkutan ini juga menikahkan pengantin juga kan, ada 2 pasang pengantin yang sesuai data kami dan sudah kami lakukan tracing, mulai hari ini," jelas Sekretaris Posko Kesehatan Covid-19 Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka.

Pihaknya langsung mendatangi pasangan pengantin tersebut dan baru satu pasangan yang sudah melakukan rapid test hasilnya negatif, kemudian 4 orang petugas KUA juga telah diuji rapid test dan hasilnya negatif.

Selain kedua pasang pengantin, pihaknya juga telah mendata 20 modin di desa yang ada di Kecamatan Ngantru dan baru 1 modin yang melakukan rapid test hasilnya negatif.

"Untuk 19 modin lainnya bersama dengan satu pasangan pengantin lainnya akan kita minta waktu untuk datang besok, kita juga memeriksa 13 jamaah salat di masjid dekat KUA Ngantru dan hasilnya juga negatif, sedangkan untuk keluarga KM di rumah sudah kita tes dan hasilnya negatif," terang Didik.

Selain aktif salat di masjid dekat kantornya, yang bersangkutan juga aktif bersosialisasi di masyarakat, hasilnya 12 orang grup sepeda yang aktif berinteraksi dengannya dan beberapa keluarganya juga telah menjalani rapid test dan hasilnya negatif.

"Hasilnya negatif, baik untuk jamaah salat, kemudian teman di grup sepeda maupun keluarganya," terang Didik.

Sedangkan untuk terkonfirmasi TM, pihaknya telah melakukan rapid test kepada pihak yang menungguinya saat sakit di rumah sakit, kemudian saudara dan pekerja yang selama ini kontak erat dengannya, hasilnya dari rapid test dipastikan semuanya negatif.

"Jadi sehari hari TM ini tinggalnya di Kecamatan Tulungagung, tapi KTP nya Pakel, sudah kita lakukan rapid test pada kontak eratnya dan hasilnya negatif," pungkas Didik.