Bupati Malang HM Sanusi saat menjelaskan upaya pengajuan penerapan PSBB di wilayah Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi saat menjelaskan upaya pengajuan penerapan PSBB di wilayah Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang sepertinya mulai dibuat kebakaran jenggot untuk mengatasi pandemi covid-19. Terbukti, setelah sempat ngotot ogah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayahnya. Hari ini (Senin 27/4/2020) Bupati Malang HM Sanusi merevisi ucapannya, dan menyampaikan dengan lugas jika dirinya bakal segera mengajukan PSBB ke pemerintah pusat.

”Saya berharap minggu ini konsep (pengajuan PSBB) sudah terkirim, dan awal Juni (2020) sudah bisa dilakukan (PSBB),” ucap Bupati Malang HM Sanusi, saat ditemui media online ini disela agenda pemerintahan di Pringgitan Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Senin (27/4/2020).

”Ini masih mau rapat di Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah, Malang). Nanti setelah ada kesepakatan, baru kita bikin drafnya kemudian kita ajukan melalui Gubernur (Jawa Timur),” sambungnya.

Salah satu kader PDI Perjuangan ini, menyampaikan jika pengajuan PSBB tersebut, tidak luput dengan adanya peningkatan kasus pasien terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Malang, yang meningkat secara signifikan.

Dijelaskan Sanusi, berdasar dari analisa tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, meningkatnya jumlah terkonfirmasi covid-19 disebabkan karena tertular dari daerah luar. Misalnya, warga yang bekerja atau bepergian ke luar kota, dan pulangnya menularkan wabah corona ke Kabupaten Malang.

”Sehingga untuk memutus itu, Kabupaten Malang harus ditutup. Tidak menerima orang-orang dari luar daerah, supaya di dalam ini (Kabupaten Malang) jadi aman,” ungkap Sanusi.

Sebagai informasi, dari data yang dihimpun Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, melalui situs resminya yakni satgascovid19.malangkab.go.id . Jumlah pasien terkonfirmasi covid-19 berjumlah 28 kasus.

Hingga hari ini, Senin (27/4/2020) sekitar pukul 16.10 WIB. Dari 28 pasien yang terkonfirmasi covid-19, 3 diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan pasien yang sembuh berjumlah 6 orang.

”Tergantung, kalau tidak ada perkembangan dan daerah lain pandemi (covid-19) dinyatakan selesai, ya kita lepas (penerapan PSBB),” tutup Bupati Malang saat ditanya penerapan PSBB bakal berlangsung hingga kapan.