Ilustrasi balita terinfeksi covid-19. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi balita terinfeksi covid-19. (Foto: Shutterstock).

Seorang balita di Kota Malang dinyatakan positif covid-19. Kepastian itu merujuk pada hasil swab yang dilakukan tim medis beberapa waktu lalu.

Balita berusia 1 tahun dengan jenis kelamin perempuan tersebut sebelumnya menjadi PDP (pasien dalam lengawasan) di RS Hermina. Dalam masa perawatan inilah, balita mengalami demam tinggi disertai sesak napas.

Lantas, mengapa balita menjadi salah satu yang rentan tertular covid-19? Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan bahwa virus memang dapat menyebar dan menginfeksi siapa pun, termasuk kepada balita dan anak-anak. Apalagi di tengah kondisi pandemi seperti sekarang.

"Virus itu bisa menulari siapa pun dan dari mana pun. Kemungkinannya bermacam-macam, sehingga tidak bisa dipastikan. Kondisi lingkungan saat kontak dengan orang lain memungkinkan untuk menularkan virus," ujarnya.

Karena itu, Husnul mengingatkan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menjaga kebersihan bagi masyarakat sangat penting dilakukan. "Biasakan diri dengan mempraktikkan hidup sehat. Salah satunya dengan mencuci tangan, baik bagi orang tua maupun bayi atau balita. Kemudian, hindari kontak dekat dengan orang lain. Batuk dan bersin ditutupi siku atau tisu. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut," ungkapnya.

Kemudian, karena seorang bayi atau balita sering memasukkan tangannya ke mulut, maka di sinilah pentingnya peran orang tua. Yaitu, untuk selalu mencuci wajah dan tangan bayi serta membersihkan seluruh permukaan dan benda yang bisa mereka raih.

"Maka itu, rajin mencuci tangan dan mengenakan masker adalah langkah terbaik mencegah tertular covid-19," kata Husnul.

Lebih lanjut, dengan menerapkan pencegahan secara umum tersebut, dia meyakini masyarakat tidak akan tertular covid-19. Namun, hingga saat ini, ketidakpatuhan dari warga sendiri dengan mengacuhkan protokol kesehatan saat bepergian dan yang lainnya menjadi pemicu utama penyebaran virus tersebut.

"Sebetulnya kalau protokol kesehatan semuanya itu bisa dilaksanakan oleh masyarakat, nggak banyak kok yang tertular covid-19. Tapi kan belum tertibnya, belum teraturnya belum disiplinnya masyarakat itu yang menjadi potensi penyebaran covid-19 masih ada," tandasnya.

Sementara itu, data kasus Covid-19 di Kota Malang per tanggal 30 April mengalami penambahan. Pasien positif bertambah menjadi 17 orang. Rinciannya, 8 pasien dinyatakan sembuh dan 9  masih menjalani perawatan isolasi.

Penambahan lain juga terjadi pada jumlah ODR (orang dalam risiko) menjadi 1.935 orang atau bertambah 14 dari jumlah sebelumnya.

Kemudian, OTG (orang tanpa gejala) juga bertambah 7 orang menjadi 189. ODP (orang dalam pantauan) bertambah 6 orang menjadi 714. Dari jumlah tersebut, sebanyak 181 masih dalam masa pemantauan dan 533 orang sudah selesai melalui pemantauan.

Lalu PDP (pasien dalam pengawasan) totalnya 169 orang. Rinciannya,  yang meninggal dunia sudah 10 orang, 72 orang dinyatakan sehat, dan 95 orang masih menjalani perawatan.