Lonjakan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jember cukup mengejutkan.

Hanya dalam sehari, ada tambahan 8 kasus baru sehingga total pasien positif Covid-19 di Jember menjadi 41 orang.

Ke 8 pasien tersebut sebelumnya dinyatakan OTG (orang tanpa gejala).

Baca Juga : Tukang Pijat di Desa Giripurno Kota Batu Positif Covid 19

Mirisnya, dari 8 pasien ini, terdapat satu bayi atau balita 1,5 tahun asal Dusun Krajan Desa Cumedak Sumberjambe.

Selain itu, juga terdata 3 orang tenaga medis dari beberapa Puskesmas yang ada di Jember.

"Balita positif Covid-19 tersebut, masuk dalam kasus terkonfirmasi pasien ke 35," ujar Bupati Jember Faida.

Faida menguraikan, balita ini sebelumnya masuk kategori OTG.

"Balita ini sempat kontak dengan kasus pasien ke 22, dan orang tuanya juga merupakan kasus pasien positif ke 34,” jelasnya.

Faida menyebut, orang tua dan balita tersebut menjalani rapid test pada 20 Mei 2020 lalu dengan hasil reaktif.

Kemudian, pada tanggal 22 Mei 2020 dilakukan isolasi sambil dilakukan swab.

"Dan kemarin pada tanggal 31 Mei, hasilnya keluar dan dinyatakan positif," ujarnya.

Sedangkan untuk 3 tenaga medis yang terkonfirmasi positif Covid-19, data yang diterima media ini, terdiri dari 1 tenaga kesehatan asal Dusun Gudang Duren Desa Subo Pakusari, 1 tenaga kesehatan dari lingkungan Karang Mluwo Mangli Kaliwates, serta 1 tenaga kesehatan asal Dusun Krajan Desa Lojejer Wuluhan Jember.

Untuk 3 pasien positif lainnya, yang merupakan warga dari berbagai profesi.

Salah seorang di antaranya bekerja sebagai sopir.

Baca Juga : Bentuk Euforia Transisi ke New Normal, Warga Senam Pagi Tangkal Covid-19

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap patuh dan menjalankan protokol kesehatan dengan selalu menerapkan hidup sehat dan physcal distancing," tegas Faida.

Berikut kronologi dan penjelasan riwayat kontak 8 pasien yang dinyatakan positif Covid-19 per 31 Mei 2020:

- Kasus 34
Terkonfirmasi warga berusia 35 tahun asal Dusun Krajan, Cumedak Sumberjambe. Status OTG, merupakan kontak erat kasus 22 (tetangga), suami baru pulang dari ijtima GOA bersama dengan kasus 22. Pada 20 Mei rapid tes hasil reaktif, 22 Mei isolasi di RSBS, pada 23-24 Mei dilakukan swab, dan 31 Mei dinyatakan positif Covid-19.

- Kasus 35 
Terkonfirmasi adalah balita usia 1,5 tahun, alamat sama dengan Kasus 34.

- Kasus 36
Terkonfirmasi adalah staf kesehatan, usia 31 tahun, warga Dusun Gudangduren, Desa Subo Pakusari. Status OTG, pada 19 Mei rapid tes hasil reaktif, kemudian pada 23-26 Mei dilakukan swab, dan 31 Mei dinyatakan positif Covid-19. Riwayat kontak dengan adik yang bekerja bolak-balik ke Surabaya.

- Kasus 37
Terkonfirmasi berprofesi sebagai sopir, usia 38 tahun, warga Jalan Tawang Mangu, Tegalgede, Sumbersari. Status OTG, pada 20 Mei rapid tes hasil reaktif, 23-26 Mei dilakukan swab, 31 Mei dinyatakan positif Covid-19.

- Kasus 38
Terkonfirmasi adalah warga usia 22 tahun, asal Dusun Krajan, Desa Jombang, Kecamatan Jombang. Status OTG setelah kontak dengan Kasus 8,9 dan 25, kemudian pada 08 Mei rapid tes hasil nonreaktif, 22 Mei rapid tes hasil reaktif, 23 Mei mulai isolasi di RSCH, 23-26 Mei dilakukan swab, pada 31 Mei dinyatakan positif Covid-19.

- Kasus 39
Terkonfirmasi adalah warga usia 45 tahun asal Dusun Krajan Desa Jombang, Kecamatan Jombang. Status OTG setelah kontak Kasus 8,9 dan 25). Pada 08 Mei rapid tes hasil nonreaktif, 22 Mei rapid tes hasil reaktif, 23 Mei mulai isolasi di RSCH, 23-26 Mei dilakukan swab dan 31 Mei dinyatakan positif Covid-19.

- Kasus 40
Terkonfirmasi merupakan tenaga kesehatan, usia 36 tahun, asal lingkungan Karang Mluwo Mangli Jember. Status OTG, pada 20 Mei rapid tes hasil reaktif, kemudian pada 22-23 Mei dilakukan swab dan hasilnya pada 31 Mei dinyatakan positif Covid-19.

- Kasus 41
Terkonfirmasi yang merupakan tenaga kesehatan, usia 55 tahun asal Dusun Krajan Desa Lojejer Wuluhan, Jember. Status OTG, pernah kontak dengan PDP, setiap hari tetap membuka praktek mandiri, pada 20 Mei rapid tes hasil reaktif, 22-23 Mei dilakukan swab dan pada 31 Mei dinyatakan positif Covid-19. (*)