Rahmad Darmawan (Republika)
Rahmad Darmawan (Republika)

Sosok publik figur biasanya digunakan oleh para partai politik (parpol) untuk mencari kemenangan dalam suatu pemilihan kepala daerah. Karena dengan menggunakan orang yang populer, masyarakat akan lebih mudah mengenali dan memenangkan pertarungan pemilihan.

Salah satunya yang dialami oleh mantan pelatih Arema Cronus (kini bernama Arema FC) Rahmad Darmawan. Pelatih yang juga pensiunan TNI itu saat ini sedang bimbang ketika ditawari menjadi Wakil Bupati Lampung Tengah atau di tanah kelahirannya.

Baca Juga : Ditanya Andai Jadi Presiden Mau Apa, Jawaban Rocky Gerung Bikin UAS Terpingkal

Coach RD (sapaan karib Rahmad Darmawan) disandingkan dengan calon Bupati Nessy Kalvia Mustafa yang merupakan politisi dari Partai Keadilan Sosial (PKS). Bahkan saat ini, poster wajah Coach RD tengah ramai di Lampung Tengah.

Namun terkait tawaran ini, Rahmad Darmawan masih bingung apakah bakal terjun ke dunia politik dengan menerima tawaran itu, karena saat ini dirinya masih menikmati sebagai pelatih sepak bola. Terlebih Liga 1 2020 akan kembali bergulir pada Oktober mendatang setelah hampir 5 bulan terhenti akibat Covid-19 dan Coach RD masih tercatat sebagai pelatih Madura United.

"Memang ada keinginan dari teman-teman, dari beberapa ormas di sana. Sekarang, saya minta waktu beberapa hari ini. Saya mau merenung dan beristikharah dulu, bagaimana keputusan saya nanti. Ada hal yang kadang-kadang tidak kita inginkan tapi waktu yang menggiring kita ke sana," ujar Rahmad Darmawan.

Sebagai putra daerah, tawaran menjadi Wakil Bupati Lampung Tengah merupakan godaan bagi dirinya. Tapi Rahmad Darmawan masih ingin mempertimbangkan bagaimana ke depannya dan tidak ingin melakukan blunder ketika mengambil keputusan.

"Ada yang ingin saya kembali ke Lampung. Kemudian mereka mencoba, entah melakukan survei dan dipasangkan dengan seorang bakal calon bupati. Niatan itu ada dan kami lihat nanti seperti apa. Ini sesuatu yang baru buat saya dan saya tentu tidak ingin gegabah untuk menentukan sebuah keputusan," paparnya.

Untuk diketahui, Rahmad Darmawan merupakan mantan pelatih Arema pada musim 2012/2013 dan saat itu menjadi pelatih yang bisa membawa nama Singo Edan menjadi klub bertabur bintang. Betapa tidak? Gerbong dari Pelita Jaya (kala itu), mulai dari tim pelatih dan pemain untuk memperkuat tim pujaan Aremania.

Gerbong Pelita yang dibawa Rahmad terdiri dari asisten pelatih I Made Pasek Wijaya dan Francis Wewengkang. Selain itu, ada pula pelatih fisik Satia Bagja Ijatna, dan pelatih kiper Hendro Kartiko.

Baca Juga : Tak Melulu Uang, Baitul Mal Ahad Pon Ajak Sedekah Barang Bekas

Selain asisten pelatih, Rahmad juga membawa beberapa pemain andalan Pelita. Sebut saja I Made Kadek Wardana, Gilang Ginarsa, Egi Melgiansyah, Dedi Kusnandar, Engelberd Sani, Joko Sasongko, Irsyad Maulana, dan Greg Nwokolo.

Tak hanya itu, dua penyerang haus gol kala itu di Liga Indonesia yakni Beto Goncalves, Cristian Gonzales dan Keith Kayamba Gumbs juga berhasil dibujuk Rahmad Darmawan untuk bisa memperkuat Singo Edan.

Pada awalnya, kehadiran Rahmad Darmawan sangat diharapkan mampu mendatangkan prestasi bagi Arema. Tapi pada kenyataannya pelatih berusia 53 tahun ini hanya mampu mempersembahkan posisi runner-up ISL 2012/2013.

Arema saat itu tertinggal jauh dari sang juara, Persipura Jayapura yang mengoleksi 82 poin. Sementara, skuad Singo Edan cuma meraih 69 poin saja, setelah dikurangi tiga poin lantaran kasus tuntutan gaji tertunggak mantan pemainnya di musim 2009-2010, Landry Poulangoye.