Foto ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: Papua - iNews)
Foto ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: Papua - iNews)

Lambannya pengungkapan kasus tenggelamnya kapal KLM Jaya Abadi yang ditangani Satpolairud Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, disebabkan tidak adanya penyidik dalam satuan tersebut.

Kasatpolairud Polres Sumenep Iptu Agung Widodo mengatakan,  satuannya saat ini tidak memiliki penyidik tetap. Sehingga dalam setiap perkara yang ditangani masih meminta bantuan ke penyidik bantu.

Baca Juga : Nyatakan Ilegal, Polres Tulungagung Geram karena Dicatut Auto Gajian

"Dari awal saya sudah katakan kalau di sini (Polairud) tidak ada penyidiknya. Mau dilimpahkan ke polres, di sana juga banyak perkara.  Ya akhirnya dijalani sendiri," ungkapnya, Rabu (15/7/2020).

Jika ada kasus yang sedang ditangani, kata Agung, maka dirinya terpaksa merangkap jabatan menjadi penyidik. Untuk itu, Ia mengaku sering meminta bantuan kepada Polres Sumenep dalam rangka mengusut tuntas perkara yang sedang ditanganinya.

"Setiap kali ada rapat, sudah saya sampaikan bahwa Satpolairud butuh penyidik tetap untuk menyelesaikan masalah dengan cepat. Kalau tidak ada penyidiknya, kan susah seperti saat ini," jelasnya.

Untuk diketahui, kapal KLM Jaya Abadi pada 23 April 2020 lalu mengalami laka laut yang menyebabkan kapal tersebut tenggelam di perairan Kecamatan/Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga : Buat Bondet, Dua Pemuda di Sumenep Ditangkap Polisi

Sebelumnya juga, keluarga korban melalui kuasa hukumnya menilai pihak Satpolairud terlalu lamban dalam menangani dugaan kasus tersebut. Mereka menilai, laporan yang terjadi pada Mei lalu tersebut sampai saat ini masih belum ada kejelasan.

"Sebagai kuasa hukum (korban), saya kecewa perkara yang terang benderang merupakan tindak pidana kok lambat dan hanya berkutat pada penyelidikan,"  ucap Zainur Ridlo selaku kuasa hukum korban.