Djoko Tjandra (Foto:  Kompas.com)
Djoko Tjandra (Foto: Kompas.com)

Kasus buronan Djoko Tjandra hingga kini masih menjadi perbincangan panas.  Apalagi, Djoko mengantongi surat jalan sehingga menjadi tanda tanya bagi semua pihak.  

Kini, terungkap sudah sosok di balik surat jalan yang dimiliki Djoko.   Surat jalan Djoko Tjandra diketahui dikeluarkan oleh Brigjen (Pol) Prasetyo Utomo.  Prasetyo menjabat sebagai kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.  

Baca Juga : Kasus Pemerkosaan Nodai Kabupaten Dzikir dan Shalawat, KNPI Desak Polisi Tangkap Pelaku

Akibat perbuatannya, Prasetyo harus menerima kenyataan pahit.  Jabatannya kini telah dicopot oleh Kapolri Jenderal Idham Azis.  

Surat pencopotan jabatan Prasetyo terbit melalui surat telegram kapolri bernomor ST/1980/VII/KEP./2020 tertanggal 15 Juli 2020. Di surat tersebut, Prasetyo diputuskan untuk dimutasi sebagai perwira tinggi (pati) Yanma Mabes Polri.  

Saat ini pun, Prasetyo ditahan selama 14 hari oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri di ruangan khusus di Mabes Polri.  

Ketika dikonfirmasi, Prasetyo mengaku bahwa menerbitkan surat jalan Djoko adalah inisiatifnya sendiri.  "Dia melampaui kewenangan tidak lapor dan tidak izin kepada pimpinan serta tidak ada kaitannya antara kasus Djoko dengan jabatan BJP PU," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono.

Lebih lanjut Argo mengatakan, surat jalan tersebut seharusnya hanya khusus bagi anggota polisi.  "Untuk kepolisian ya," ucap dia.

Atas kasus ini, Prasetyo telah melanggar Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri dan PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri.

Baca Juga : Kenang Bapak Proklamator, Danrem 081/DSJ dan Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Ziarah Makam

Sebelumnya telah diberitakan bahwa surat jalan Djoko telah diterbitkan oleh Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS. Surat jalan disebut bernomor SJ/82/VI/2020/Rokorwas tertanggal 18 Juni 2020 dan ditandatangani oleh Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Prasetyo Utomo.  

Di surat itu, tertulis bahwa Djoko Tjandra merupakan konsultan. Dituliskan juga Djoko Tjandra akan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Pontianak menggunakan pesawat terbang untuk keperluan konsultasi dan koordinasi.  Djoko disebut akan berangkat pada tanggal 19 Juni 2020 dan kembali pada 22 Juni 2020.