Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Perang Uhud menjadi salah satu pertempuran luar biasa bagi umat muslim. Pertempuran tersebut terjadi pasca Perang Badar. Perang Uhud melibatkan 700 umat muslim dan sekitar tiga ribu pasukan Quraisy.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, ada begitu banyak kisah menarik Dan patut diambil hikmahnya dalam Perang Uhud. Salah satunya adalah kisah keberanian seorang sahabat Rasulullah SAW yang bernama Julaibib.

Baca Juga : Salat Idul Adha dan Penyembelihan Kurban Bisa Dilakukan di Kota Batu, Asalkan Ini

Julaibib dikenal sebagai sahabat Rasulullah SAW yang memiliki fisik sangat kecil. Sangking kecilnya, bahkan dalam berbagai riwayat disebutkan jika Rasulullah SAW mengangkat Julaibib hanya dengan satu telapak tangannya.

Namun yang sangat membanggakan, Julaibib memiliki kekuatan yang luar biasa dari fisiknya yang kecil itu. Bahkan diriwayatkan bahwa dalam Perang Uhud, Julaibib mampu membunuh tujuh kaum Quraisy. Sebelum akhirnya Julaibib terbunuh dan sahid dalam Perang Uhud.

Rasulullah SAW sangat mencintai sahabatnya tersebut. Ketika mendengar kabar kematian Julaibib, Rasulullah SAW berkata, "Dia adalah bagian dariku, dan aku bagian darinya! Dia adalah bagian dariku, dan aku bagian darinya! Dia adalah bagian dariku dan aku bagian darinya!,".

Dengan kekurangan fisiknya itu, Julaibib menjadi salah satu contoh umat muslim yang memiliki keimanan sangat luar biasa. Tak peduli dengan fisiknya, Julaibib selalu berada di depan untuk menyerang musuh yang mencoba mengusik Islam.

Itu sebabnya, Rasulullah SAW begitu mencintai Julaibib. Sosok Julaibib disebut sebagai seorang yang sangat pemalu. Bahkan sebelum gugur Dan sahid dalam Perang Uhud, Rasulullah SAW telah meminangkan seorang perempuan cantik dan kaya raya untuk dijadikan istrinya.

Baca Juga : Kekejaman Abu Jahal, Memaksa Sahabat Rasulullah SAW Mengakui Unta sebagai Tuhan

Sebelum menuju medan Perang Uhud, Julaibib telah menikah dengan perempuan pilihan Rasulullah SAW tersebut. Dalam pernikahan ke duanya, Rasulullah SAW berdoa, "Ya Allah siramkan kepada keduanya kebaikan-Mu ya Allah. Jangan jadikan keduanya sebagai orang yang melarat ya Allah,".

Tak lama setelah pernikahan itu, Julaibib dan sahabat lain mendapat panggilan untuk berjihad. Julaibib gugur dalam Perang Uhud. Maka istrinya pun dikisahkan menjadi janda dengan keberkahan yang luar biasa.