Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat hadir di hadapan publuk dengan menggunakan masker secara perdana. (Foto: AP/Patrick Semansky)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat hadir di hadapan publuk dengan menggunakan masker secara perdana. (Foto: AP/Patrick Semansky)

Beberapa waktu lalu setelah diumumkan terdapat penemuan vaksin untuk penangkal Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) produksi Pfizer. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa telah ada pesanan mencapai 100 juta dosis vaksin.

Tidak lama setelah itu, Trump menyatakan kesediaannya menjadi orang pertama yang menjadi subjek uji coba vaksin tersebut. Tetapi dirinya berdalih masih dalam kondisi dilematis, karena takut dinilai publik sebagai pejabat yang egois.

Baca Juga : Bertambah 9 Pasien, Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang Merangkak Naik jadi 432 Kasus

"Kamu tahu cara kerjanya. Jika saya orang pertama (yang divaksin) mereka akan mengatakan, dia sangat egois, dia ingin mendapatkan vaksin duluan," ujarnya ketika melakukan sesi wawancara bersama Fox News beberapa waktu lalu.

Tetapi jika publik memang menginginkan untuk Trump melakukan uji coba vaksin tersebut untuk dimasukkan ke dalam tubuhnya, dia menyatakan akan melakukan uji coba vaksin tersebut.

"Saya benar-benar akan melakukannya jika mereka menginginkan, aku akan mengambil yang pertama, atau mungkin yang terakhir," lugasnya. 

Dalam kondisi dilematis, Trump berdalih bahwa jika dilakukan uji coba vaksin tersebut kepada dirinya nanti publik mengira bahwa dia tidak memikirkan rakyatnya dahulu dan dituduh sebagai pemimpin egois. 

Namun jika uji coba tersebut pertama kali dilakukan ke publik dan Trump melakukan uji coba vaksin di waktu paling akhir, akan banyak publik Amerika Serikat bahkan internasional akan mengira bahwa Trump tidak mempercayai vaksin tersebut.

Sementara itu, Trump mengatakan beberapa waktu lalu di Gedung Putih bahwa nantinya terkait vaksin Covid-19 tersebut akan diberikan secara gratis kepada orang Amerika Serikat melalui kesepakatan pemerintah dengan Pfizer.

"Vaksin tersebut siap untuk tahun depan," ungkapnya. 

Baca Juga : Diterpa Angin Kencang, Peninggalan Mataram Kuno di Singosari Tersingkap

Untuk saat ini, Trump akan terus mendorong perawatan penanganan pasien dengan metode penanganan terapeutik yang telah muncul kembali sebagai salah satu solusi penanganan serta disebabkan juga telah dicabutnya pembatasan tinggal di rumah.

Sebagai informasi dilansir dari worldometers.info bahwa jumlah total pasien yang terkonfirmasi positif di Amerika Serikat hingga sampai saat ini berjumlah 4.169.991 orang dan 147.333 orang meninggal dunia akibat Covid-19.