Ilustrasi
Ilustrasi

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta petani tidak terlalu banyak menanam tanaman tembakau. Sebab, hingga saat ini belum ada pabrikan yang siap melakukan pembelian.

Kepala Dispertahortbun Sumenep Arif Firmanto melalui Kabid Perkebunan Ririn Suryandari mengatakan, penyebab lain yakni adanya pandemi virus corona (covid-19). Hal ini menjadi pukulan telak bagi petani tembakau.

Baca Juga : Webinar Bersama Unisba, Bupati Rijanto Ajak Milenial ikut Kembangkan Sektor Pertanian

"Untuk tahun ini, kami dari awal sudah mengimbau warga untuk tidak terlalu banyak menanam karena sampai saat ini permintaan pabrikan belum ada konfirmasi," ungkap Ririn, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, dari sekian pabrikan yang ada di Kota Keris, satu di antaranya telah menyatakan tidak akan melakukan pembelian tembakau dari petani. Pabrikan itu yakni PT Bantoel.

"Bahkan satu pabrikan memastikan tidak akan melakukan pembelian. Sedangkan lainnya belum ada kepastian meski sebelumnya sudah kami kumpulkan di sini," terangnya.

"Untuk itu, kami mengimbau petani tidak terlalu banyak menanam tembakau karena pembelian dari para pabrikan belum diketahui secara pasti. Meskipun ada, itu juga tidak diketahui angkanya," imbuh Ririn.

Baca Juga : DPUPRPKP Kota Malang Sabet Dua Penghargaan Respons Cepat Pengaduan

Sedangkan realisasi tanam tembakau di kabupaten Sumenep tahun ini dipastikan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tercatat ada sekitar 7.956 hektare. Bandingkan dengan  tahun lalu yang mencapai 14.337 hektare.

"Penurunannya sekitar 40 persen lah ya karena sebagian besar tahun ini petani beralih ke tanaman cabai rawit, seperti petani di Kecamatan Manding dan Rubaru yang mayoritas tahun ini menanam cabai," pungkasnya.