M. Anshor saat membakar sate pesanan pelanggan yang memanfaatkan jasa permak dagingnya. (Joko Pramono for Jatim TIMES)
M. Anshor saat membakar sate pesanan pelanggan yang memanfaatkan jasa permak dagingnya. (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Hari raya kuban atau Idul Adha rutin diperingati tiap tahun oleh umat Islam. Pada hari itu, umat muslim yang mampu diminta menyembelih hewan kurban berupa kambing, sapi, kerbau atau unta.

Di Indonesia, semangat kegotongroyongan yang tinggi membuat perayaan kurban cukup meriah. Selain bersama-sama melakukan penyembelihan hewan kurban, dagingnya pun akan dibagikan merata kepada warga sekitar. 

Baca Juga : Tinggal Hitungan Hari, Penjual Hewan Kurban Masih Mengeluh Sepi Pembeli

Setiap rumah memperoleh daging kurban, tetapi nyatanya tak semua orang bisa atau sempat mengolah daging kurban yang diperoleh. Apalagi bagian lain seperti tulang dan jerohan (organ dalam hewan) relatif gampang-gampang susah diolah. 

Peluang inilah yang diambil oleh Muhammad Anshor (43), warga Jalan Mayjend Sungkono, Kelurahan Kutoanyar Tulungagung. Pria ini menerima jasa permak atau pengolahan daging kurban.

“Untuk sekilo daging biayanya Rp 75 ribu,” ujar Anshor, panggilan akrabnya.

Untuk jasa permak daging, biasanya konsumen meminta untuk dimasak gulai dan krengsengan. Tak jarang ada juga yang minta dibuatkan sate.

Untuk sekilo daging bisa dibuat untuk sekitar 50 tusuk sate. Sedang untuk sekilo jerohan dan tulang bisa untuk separo panci gulai.

“Kalau sate sekitar 50 tusuk, gule (gulai) setengah panci,” paparnya.

Ada juga konsumen yang memanfaatkan jasa penyembelihan kambing sekaligus mengolahnya. 

Baca Juga : Wow..!! 94 Persen Pemilik Pinjaman Tak Kuat Nyicil dan Melunasi

Hingga kini ada 2 kambing dan 4 kilogram daging yang sudah memanfaatkan jasa permak daging miliknya. Anshor sendiri dibantu oleh istri dan keluarganya.  

Sebenarnya cukup banyak yang ingin memanfaatkan jasanya. Namun karena keterbatasan waktu, beberapa pesanan harus ditolak. “Karena ini tahun pertama, Alhamdulillah sudah ada yang memanfaatkan jasa kami,” pungkasnya.

Sementara itu Endro Purnomo, warga Kelurahan Kampungdalem Tulungagung memanfaatkan jasa permak ini lantaran tidak sempat mengolah daging kurban yang didapat.

“Karena sibuk dan enggak sempat mengolahnya,” ujar Endro.

Endro mengaku tahu ada jasa permak daging dari WhatsApp temannya. Rencananya, olahan hasil permak itu akan dimakan bersama keluarga dan teman-temannya.