Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Rasulullah SAW memiliki banyak sahabat dengan berbagai karakternya. Salah satu yang sangat dikenal dan dipastikan masuk surga adalah Thalhah bin Ubaidillah. Dia menjadi salah satu sosok sahabat utama Rasulullah SAW yang telah memeluk Islam sejak masih berusia belia, yaitu sekitar 16 tahun.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, kisah awal Thalhah memeluk Islam adalah ketika ia tengah berdagang ke Negeri Syam. Saat itu ia baru saja menginjak usia 16 tahun. Sedangkan ia sudah memulai berdagang sejak berusia 15 tahun.

Baca Juga : Makanan Penghuni Neraka ternyata Merupakan Tumbuhan yang Tumbuh Subur di Daerah Ini

Ketika berdagang dan masuk Negeri Syam, dia bertemu dengan seorang pendeta yang sedang mencari kafilah dagang dari wilayah Makkah.

Maka pendeta itu berdiri di depan kafilah dan bertanya siapakah yang berasal dari tanah Haram. Lalu Thalhah menjawab jika mereka berasal dari tanah Haram.

Lalu sang pendeta bertanya mengenai keberadaan Nabi Muhammad SAW dengan berkata, “Apakah sudah keluar di tempat kalian Ahmad bin Abdullah?”

“Ahmad yang mana?” tanya Thalhah.

“Ahmad bin Abdillah bin Abdul Munthalib,” jawab pendeta tersebut.

Thalhah bertanya mengapa pendeta tersebut mencarinya. Kemudian sang pendeta menjawab, “Akan keluar seseorang yang bernama bin Abdillah bin Abdul Munthalib sebagai nabi terakhir. Kalau kalian telah mendengar namanya keluar, maka segeralah menjadi pengikutnya. Karena dia adalah nabi yang terakhir. Dan nanti dia akan dikeluarkan dari wilayah Haram, dan dia akan hijrah ke sebuah kota yang kota tersebut banyak akan pohon kurma, subur, memiliki garam, dan dipenuhi kiri kanannya batu-batu hitam.”

Thalhah bin Ubaidillah saat mendengar informasi tersebut berkata, “Informasi itu berbekas kepada saya.”

Dia kembali ke Makkah secara segera tanpa berdagang. Lalu dia bertanya kepada keluarganya apakah ada sesuatu yang terjadi selama ia pergi berdagang. Seorang keluarganya pun menjawab, “Ada seseorang telah mengaku sebagai Nabi Allah SWT. Muhammad bin Abdillah bin Abdul Munthalib.”

“Apakah dia punya nama lain selain Muhammad?” tanya Thalhah.

Baca Juga : Kisah Lelaki Tunadaksa yang Ibadahnya Dinilai Terbaik oleh Allah SWT

Keluarga Thalhah kemudian berkata jika Nabi Muhammad juga dikenal sebagai Ahmad. Lalu Thalhah kembali bertanya siapa pengikut Rasulullah SAW saat itu. Lalu keluarga Thalhah menyampaikan jika Abu Bakar yang telah menjadi pengikut Rasulullah SAW saat itu.

Thalhah yang mengenal sosok Abu Bakar yakin jika Abu Bakar tak akan salah saat akan mengimani seseorang. Maka ia mendatangi Abu Bakar dan menyatakan keimanannya di hadapan Rasulullah SAW.

Setelah mengucapkan kalimat syahadat, Thalhah menceritakan apa yang ia dapatkan dari sang pendeta di Negeri Syam tersebut. Rasulullah SAW pun membenarkan cerita tersebut.

Sejak saat itu, Thalhah telah memeluk Islam. Namun dia dibenci oleh keluarga dan sukunya. Hingga ia dan Abu Bakar pernah disiksa oleh kaum Quraisy.

Nana Thalhah sendiri merupakan pemberian dari keluarganya, dan tak diganti oleh Rasulullah SAW karena memiliki arti yang positif. Arti mama Thalhah sendiri adalah pohon yang rimbun. Batang pohonnya besar, daunnya lebat dan memiliki sedikit duri, sehingga tetap bisa dimakan oleh unta.

Thalhah memiliki ayah dan ibu yang meninggal dunia saat masih zaman jahiliah. Sehingga kedua orangtuanya belum sampai memeluk Islam.