Puluhan Ribu Warga Meninggal, Jumlah Pemilih di Sumenep Berkurang 60 Ribu Jiwa | Sumenep TIMES

Puluhan Ribu Warga Meninggal, Jumlah Pemilih di Sumenep Berkurang 60 Ribu Jiwa

Aug 18, 2020 11:58
Komisioner KPU Kabupaten Sumenep, Syaifur Rahman saat dikonfirmasi media di kantor KPU setempat (Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)
Komisioner KPU Kabupaten Sumenep, Syaifur Rahman saat dikonfirmasi media di kantor KPU setempat (Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memastikan data pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep 2020 mengalami penurunan, Selasa (18/8/2020).

Hal itu berdasarkan hasil tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang digelar sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2020 kemarin.

Baca Juga : Maju Jadi Bapaslon dengan Didik, Lathifah Shohib: Ini Duet antara Politisi dan Birokrasi

Komisioner KPU Sumenep, Syaifur Rahman menyampaikan, sebelum dilakukan pencoklitan, masyarakat Sumenep yang masuk ke daftar pemilih sebanyak 889 ribu. Sementara setelah dilakukan coklit, jumlah daftar pemilih berjumlah 828 ribu.

"Artinya, hasil coklit yang dilakukan oleh petugas PPDP di bawah diketahui jika pemilih untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep ini berkurang sekitar 60 ribu," ungkapnya.

Menurut Syaifur, penurunan data pemilih tersebut terjadi lantaran banyaknya ditemukan data tidak memenuhi syarat (TMS). Sehingga, harus dihapus dan diperbarui. Salah satunya seperti angka kematian yang diketahui mencapai 40 ribu orang.

"Jadi memang berkurangnya data pemilih ini karena banyaknya pemilih yang sudah TMS, terutama yang meninggal. Sebelumnya mereka ada di daftar," paparnya.

Meski begitu, Syaifur menegaskan bahwa hasil coklit tersebut masih belum sepenuhnya final. Sebab, akan dilanjutkan pada tahap penyusunan daftar pemilih hasil perbaikan (DPHP) oleh PPS di masing-masing desa.

Baca Juga : Rekom Resmi Diserahkan ke Lathifah-Didik, Sebut Kabupaten Malang Ingin Pemimpin Perempuan

"Selama masa penyusunan itu, PPS tetap diberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi data sampai tanggal 29 Agustus. Kemudian dilanjutkan ke pleno," imbuhnya.

Selanjutnya sambung dia, hasil rapat pleno di tingkat PPS itu kemudian akan diplenokan di tingkat PPK, dan akan diplenokan KPU untuk ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara (DPS).

"Dari penetapan DPS itu nanti akan ada ruang untuk dikroscek kembali, melalui tanggapan langsung dari masyarakat dan kegiatan uji publik DPS bersama RT/RW. Karena DPS akan diumumkan di tempat-tempat strategis yang ada di masing-masing desa. Semisal ada perubahan data, nanti bisa langsung konfirmasi ke PPS," pungkasnya.

Topik
Berita Hari Ini Pemilihan Umum KPU Kabupaten Sumenep Pemkab Sumenep Pilkada Sumenep 2020 coklit di Sumenep PPDP

Berita Lainnya