Meski Pandemi Covid-19, Pajak BPHTB di Sumenep Relatif Tinggi | Sumenep TIMES

Meski Pandemi Covid-19, Pajak BPHTB di Sumenep Relatif Tinggi

Sep 14, 2020 12:01
Kantor Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)
Kantor Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)

Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, optimistis target pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) mampu tercapai tahun ini.

"Ini termasuk pajak yang bisa diharapkan. Sebab, pajak ini mampu menopang penerimaan lain-lain yang menurun," kata Kepala BPPKAD Sumenep Rudi Yuyianto melalui Kabid Pelayanan dan Penagihan Suhermanto saat ditemui media ini, Senin (14/9/2020).

Baca Juga : UMKM Telak Dihajar Covid-19, Ekonomi Jatim Turun

Suhermanto meyakini target pajak  BPHTB bisa tercapai secara maksimal untuk tahun ini mengingat setoran berjalan stabil meski di tengah pandemi coronavirus desease 2019 (covid-19). "Tidak terpengaruh, bahkan meningkat karena memang orang jual beli terus. Juga orang balik nama waris atau hibah. Itu masih dalam proses," terangnya.

Hingga September 2020 ini, pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Keris secara umum mencapai 60 persen. Sedangkan realisasi pencapaian dari pajak sendiri mencapai angka 64 persen.

"Artinya, penerimaan pajak masih relatif lebih tinggi dari PAD secara umum. Meski di PAD sendiri masih ada retribusi, seperti retribusi pasar namun tidak keseluruhan berjalan. Lagi-lagi karena persoalan covid-19," jelasnya.

Topik
Berita Sumenep Pajak BPHTB Pendapatan Asli Daerah (PAD) BPPKAD Sumenep

Berita Lainnya