Suasana saat sejumlah massa aksi mendatangi kantor BNI Cabang Pamekasan (Foto: Rozy/JatimTimes.com)
Suasana saat sejumlah massa aksi mendatangi kantor BNI Cabang Pamekasan (Foto: Rozy/JatimTimes.com)

Ketidakpuasan terhadap penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di sejumlah daerah di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur (Jatim) mencapai klimaks.

Bank BNI Cabang Pamekasan sebagai bagian dari pemerintah yang mempunyai wewenang dalam menunjuk agen BPNT digerudug oleh sejumlah massa yang mengatasnamakan dirinya Forum Aspirasi Masyarakat Madura.

Baca Juga : Atasi Kelangkaan Pupuk, Pemkab Jember Belikan Petani Pupuk Non Subsidi

Mereka mendatangi BUMN itu karena menduga ada kongkalikong antara pihak Bank BNI dengan Agen E-Warong, lantaran ditemukan banyak agen yang tidak memenuhi syarat seperti yang termaktub dalam pedoman umum (Pedum) pelaksanaan program BPNT.

"Syarat jadi agen harus punya toko sendiri, baik toko kelontong dan peracangan. Di Pamekasan banyak yang tidak sesuai dengan syarat utama itu," kata Abdurrahman selaku korlap aksi kepada JatimTimes.com

Menurutnya, dari 13 kecamatan di Pamekasan tercatat ada sekitar 15 agen BPNT yang tidak mempunyai toko sendiri dan meminjam toko milik orang lain.

Bahkan, dalam pelaksanaan program sembako itu, banyak ditemukan penyaluran bantuan yang dilakukan oleh agen E-Warong dengan sistem paketan yang ditentukan secara sepihak oleh agen tersebut. Hal ini secara jelas dilarang dalam Pedum.

"Ganti semua agen yang bermasalah, dan saya tunggu 2x24 jam. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan turun aksi lagi sampai BNI tidak menjadi bank penyalur BPNT," tegas Abdurrahman.

Dirinya meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program itu agar dapat menjalankan fungsinya untuk menjamin Program Sembako menjadi tepat sasaran, jumlah, waktu, harga, kualitas dan administrasi.

Baca Juga : Menko PMK Temukan Berat Kurang di Bulog Malang, Minta Bongkari Karung

Menanggapi hal tersebut, Perwakilan BNI Cabang Pamekasan Mohammad Hotib, berjanji menuntaskan segala keluhan yang ada di lapangan. Hanya saja pihaknya terlebih dahulu akan melakukan verifikasi.

“Mari sama-sama tuntaskan. Serahkan datanya kepada kami,” pungkasnya.