Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, A. Hamid Ali Munir saat berbicara Hari Kesaktian Pancasila di ruang kerjanya (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)
Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, A. Hamid Ali Munir saat berbicara Hari Kesaktian Pancasila di ruang kerjanya (Foto: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)

Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Hamid Ali Munir menginginkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 01 Oktober sebagai momentum meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jadi tidak ada ceritanya Pancasila mau ini atau itu. Sudah jelas, mulai dari presiden pertama hingga presiden ke enam, tetap saja Pancasila sebagai ideologi dasar negara Republik Indonesia," kata Hamid, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (01/10/2020).

Baca Juga : Belum Tersentuh SPBU, Bupati Tulungagung Minta Pertashop untuk Layani Warga Cari BBM

Hamid menjelaskan, Pancasila sebagai ideologi bangsa harus diterapkan secara penuh dan menyeluruh agar memperteguh kebersamaan dan meningkatkan persatuan bangsa.

Menurut politisi PKB ini, Pancasila juga merupakan konsep dasar untuk mengatasi berbagai perbedaan baik terkait isu suku, agama, ras maupun antar golongan.

"Kalau di luar sana ada pendapat Pancasila mau diperas menjadi trisila dan ekasila, itu hanya akan menimbulkan penolakan keras dari seluruh komponen bangsa. Perbedaan itu biasa. Tapi, ya namanya ideologi, kita harus tetap mengikuti," ujarnya.

"Untuk itu, orang yang belum tau perlu adanya pemahaman, karena Pancasila merupakan hasil kesepakatan sebelum Indonesia menjadi negara, dan ini menjadi lambang negara dan juga ideologi negara kita," tambah Hamid.

Lebih lanjut kata Hamid, nilai setiap sila di dalamnya juga merupakan bentuk norma yang akan selalu relevan untuk mengatasi setiap perbedaan dan intoleransi.

Baca Juga : Jaga Fungsi IPAL Tetap Optimal, Cipta Karya Rutin Lakukan Pemeliharaan IPAL di Kota Malang

"Di dalam Pancasila tidak boleh korupsi, juga di dalam Pancasila harus beragama, karena di situ berbicara ketuhanan yang Maha Esa. Maka mereka sama-sama punya Tuhan, siapa Tuhan-Nya, ya itu Hindu, Budha, Kristen, Islam, Konghucu dan sebagainya," urainya.

Dirinya meminta, seluruh masyarakat utamanya pemuda yang ada di Kota Keris selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap sisi kehidupannya. Kemudian juga menjadikan sejarah sebagai momen introspeksi diri demi menuju masa depan bangsa yang lebih baik.

"Hari Kesaktian Pancasila ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kembali persatuan dan kesatuan bangsa, serta instrospeksi pengamalan nilai-nilai Pancasila," pungkasnya.