Jalan utama di Kecamatan Saronggi Sumenep dilakukan penerapan PSBM (foto doc. Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)
Jalan utama di Kecamatan Saronggi Sumenep dilakukan penerapan PSBM (foto doc. Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)

Sebanyak tujuh desa yang tersebar di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) selama 14 hari ke depan, terhitung sejak tanggal 21 September 2020 lalu.

Tindakan PSBM diambil pemerintah setempat karena di Kecamatan Saronggi sendiri menjadi klaster baru sebaran covid-19 di Sumenep dan tercatat sebanyak 6 orang meninggal dunia.

Baca Juga : Tingkat Kesembuhan Naik Jadi 71 Persen, Dinkes Sleman Giatkan Sosialisasi

Selama PSBM berlangsung, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Agus Mulyono menyebutkan telah melakukan tindakan berupa rekap data dan penjaringan bagi warga setempat.

"Sampai saat ini mencapai 170 orang, tapi yang kemarin belum masuk. Saya dapat kabar lebih dari 300 orang yang sudah diberi bantuan dan terus dilakukan pemeriksaan secara ketat," kata Agus, Kamis (01/10/2020).

Ia juga mengklaim, telah memetakan warga yang masuk kategori reaktif covid-19. Selain itu, pasien dengan resiko juga diberikan bantuan.

"Sementara hanya itu saja, kita akan mengevaluasi lagi. Intinya kami akan bergerak cepat," singkat Agus mengakhiri wawancara.

Baca Juga : PT BSI Serahkan Bantuan Peralatan PCR dan Program Infrastruktur

Data sementara, dua kecamatan di Kabupaten Sumenep kembali berstatus zona merah, di antaranya Kecamatan Kota dan Saronggi.

Sisanya, 9 kecamatan dengan status zona hijau, 13 kecamatan status zona kuning, dan 2 kecamatan lainnya berstatus zona oranye.