Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

Memasuki akhir tahun 2020, kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) belum ada tanda-tanda pembahasan di daerah-daerah di Jawa Timur. Pihak pemerintah kabupaten/kota pun masih menunggu informasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. 

Situasi pandemi ini, dianggap memunculkan anomali. Pasalnya, di tahun-tahun sebelumnya, masuk triwulan terakhir selalu sudah ada pembahasan dan tanda-tanda soal kenaikan UMK.

Baca Juga : Beli Apartemen The Kalindra Malang Sekarang, Mumpung Harga Belum Melonjak

"Kalau di tahun sebelumnya untuk kenaikan UMK ada kabar baik dari pemprov, akan tetapi saat ini masih belum ada tanda-tanda," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan Tamar Djaja, Kamis (02/10/2020).

Menurut Tamar, setiap tahun rata-rata kenaikan UMK mulai dari 10 persen hingga 12 persen. Angka itu dilihat dari jumlah penduduk dan jumlah lapangan pekerjaan yang ada di Kabupaten Bangkalan selalu mengalami kenaikan.

"Sehingga, setiap tahun sebelumnya UMK di Bangkalan selalu meningkat, tentunya untuk kesejahteraan para karyawan yang bekerja di setiap perusahaan," imbuh dia.

Sesuai data yang diperoleh dari Disperinaker, pada tahun 2018 UMK di kabupaten Bangkalan mencapai Rp 1.801.000, sedangkan di tahun 2019 ada kenaikan sebesar 8 persen sehingga UMK nya mencapai Rp 1.954.705.

Sementara itu, komentar datang dari salah satu karyawan perusahaan swasta, Subjek Alfaris. Menurutnya, UMK di kabupaten ujung barat Madura ini sebagai acuan baginya dalam memberikan upah terhadap karyawan.

Baca Juga : Dau, Surga Flora bagi Para Pecinta Tanaman dengan Harga Terjangkau

Sehingga dirinya berharap, tahun 2021 mendatang ada kabar gembira lagi baginya yakni ada kenaikan upah kembali, agar kesejahteraan para penerima upah meningkat.

"Harapan kami tahun 2021 nanti ada kabar baik dari pemerintah, agar kami (pekerja, red) juga lebih sejahtera," ujarnya saat dikonfirmasi.