Suasana saat Apel gelar pasukan di lapangan pendopo Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan (Foto:Ist/JatimTIMES.com)
Suasana saat Apel gelar pasukan di lapangan pendopo Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan (Foto:Ist/JatimTIMES.com)

Kodim 0826 Pamekasan, Madura, Jawa Timur (Jatim) melaksanakan apel gelar pasukan bersama Polri, BPBD, Dishub, PMI, Pramuka, dan para relawan untuk mewaspadai adanya bencana alam di Kabupaten Pamekasan, Kamis (3/12/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan pendapa Ronggosukowati Jalan Kabupaten Pamekasan itu, menerapkan protokol kesehatan 3M yang ketat. Sebelum memasuki lapangan apel, seluruh peserta diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu, serta dipastikan sudah memakai masker dan harus menjaga jarak.

Baca Juga : Persiapan Pengamanan Pilkada, Kapolres Kediri Cek Kesiapan Sarpras dan Kendaraan Dinas

Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letnan Kolonel Tejo Baskoro, menyampaikan, kegiatan tersebut adalah bentuk komitmen kesiapsiagaan dalam membantu penanggulangan dampak dan bahaya bencana alam di Kabupaten berjuluk gerbang salam.

Selain itu, meskipun saat ini energi dan perhatian pemerintah hanya disita untuk kegiatan dan dampak dari pandemi Covid-19, dirinya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mengantisipasi kemungkinan datangnya bencana alam.

"Apel pasukan kebencanaan pada hari ini menjadi penting dan strategis selain respon dan tindak lanjut dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana," katanya.

Selain itu kata dia, dalam apel tersebut juga diisi dengan kegiatan pengecekan kondisi dan kesiapan peralatan yang diperlukan dalam melakukan navigasi penanggulangan bencana.

"Pengecekan peralatan berat, peralatan ringan, atau peralatan pendukung lainnya dirasa penting. Karena dengan begitu pada saat dibutuhkan sudah benar-benar dalam kondisi siap digunakan," tambahnya.

Baca Juga : Aparat Gabungan Polsek dan Koramil Padas Razia Prokes di Kecamatan Kasreman

Sehingga diharapkan, dengan dilaksanakannya apel tersebut bisa menjadi  sarana yang efektif untuk membangun komunikasi dan koordinasi inten antar pihak-pihak terkait.

"Sehingga apabila terjadi bencana dapat segera dilakukan tindakan penanggulangan maupun pengurangan risiko bencana secara cepat, tepat dan terkoordinasi," tutupnya.