Pengungsi dari Kamar A Desa Supit Urang Pronojiwo Lumajang (Foto : TRC BPBD Lumajang / Jatim TIMES)
Pengungsi dari Kamar A Desa Supit Urang Pronojiwo Lumajang (Foto : TRC BPBD Lumajang / Jatim TIMES)

Sebanyak 672 warga dari Dusun Kamar A, desa Supit Urang Kecamatan Pronojiwo sejak sore hingga malam Ini, Kamis (3/12) mulai kembali mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih aman.

Hal ini dilakukan, karena warga khawatir malam ini ada hujan deras susulan, yang akan menyebabkan lahar dingin melanda perkampungan mereka, karena tumpukan material vulkanik Semeru menumpuk di Curah Kobo'an yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Baca Juga : Ratusan Karyawan dan Dosen Dirapid Test akibat Tektor UTM Positif Covid-19

"Malam ini hujan sudah reda. Tapi karena cuaca masih agak mendung, warga khawatir dan memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka sekarang ada yang mengungsi ke masjid, di sekolah SD, ada sebagian ditempat lain. Kita masih mendata malam ini," kata Setiawan Purnomo, dari tim TRC BPBD Lumajang yang saat ini bertugas di lokasi pengungsian.

Pendataan ini dilakukan, agar malam ini bisa disiapkan makanan dan keperluan lain yang diperlukan para pengungsi, untuk malam ini.

Sementara jumlah warga yang rawan terdampak yang letaknya dekat dengan curah Kobo'an seluruhnya ada 1.600 orang. Mereka sebagian besar berada di Kamar A desa Supit Urang.

"Kalau yang rawan terdampak sekitar 1.600 orang di Kamar A. Ini yang malam ini kami pastikan pendataannya. Warga hanya khawatir malam ini ada hujan susulan yang cukup deras," kata Setiawan Purnono kemudian.

Baca Juga : Tujuh Desa di Jombang ini Terendam Banjir Akibat Luapan Dua Sungai

Sebagaimana ditulis media ini sebelumnya, walau aktivitas vulkanik Gunung Semeru mulai mereda, namun ancaman lahar dingin masih cukup berbahaya jika hujan deras turun di wilayah selatan Lumajang.

Karena ada warga yang kembali ke pengungsian, Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi pengungsian di Kamar Kajang Sumberwuluh, untuk memantau langsung kondisi di wilayah yang rawan terdampak banjir bandang.