Heboh Jejak Geopark dan Gunung Api Purba di Tulungagung, Terlihat Dari Foto Satelit | Sumenep TIMES

Heboh Jejak Geopark dan Gunung Api Purba di Tulungagung, Terlihat Dari Foto Satelit

Apr 09, 2021 11:05
Agus Utomo, pengelola Gunung Budheg saat bersama tim Survey Geologi / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Agus Utomo, pengelola Gunung Budheg saat bersama tim Survey Geologi / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Temuan Tim Survei Geologi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terkait jejak kawah gunung api purba di Tulungagung, menjadi perhatian publik. Temuan yang didapat di antara penelitian 10 situs geopark baru yang diusulkan pemerintah daerah setempat itu terungkap adanya calon geosite yang menarik.

Tokoh budaya yang juga pengelola Gunung Budheg di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat mengaku telah mengikuti penelitian serta seminar-seminar yang dilaksanakan tim survei tersebut.

Baca Juga : Capai Kesepakatan, Bapenda Puji AKD Tulungagung Terkait Polemik NJOP 

 

"Jejak yang kasat mata ini jenis batuan adalah lelehan larva purba, di lereng gunung budheg ini tidak sama dengan lelehan batu ditempat lain," kata Agus Utomo, Jumat (09/04/2021).

Betuan di Gunung Budheg disebutkan Agus merupakan lelehan larva purba berupa endapan pasir bercampur kerikil.

"Jejak lain bentuk kerucut gunung budheg, itu dulu merupakan puncak gunung apinya," jelasnya.

Larva Purba disebut Agus berdasarkan paparan seminar yang ia ikuti berada di jalur laut selatan.

"Karena tertimbun, maka bergeser dan beralih ke jalur selatan," ujarnya.

Jika di runut dari yang terjadi di Indonesia, Gunung masa lalu yang pernah aktif bisa saja di kemudian hari dapat aktif kembali.

"Misalnya Gunung Sinabung, itu sudah dinyatakan lama tidak aktif tapi tiba-tiba kan bisa aktif lagi," ungkapnya.

Disebutkan Agus, pergeseran dan penurunan lempengan bumi dari tahun ke tahun merupakan faktor yang dapat memengaruhi kondisi alam itu.

"Gunung Budheg ini harus kita jaga dan kita rawat, sesuai tema merawat bumi dan menyejahterakan manusia," kata Agus.

Dengan mengembalikan fungsi alam, sejarah dan budaya lokal menjadi cara untuk menyelamatkan bumi terutama di kawasan geopark yang merupakan kawah gunung api purba yang baru dirilis tim survei geologi ini.

Seperti dikutip dari berbagai media online Nasional, Ketua Tim Survei Geologi dari Kementerian ESDM, Dida Yurnaldi, di Tulungagung, Kamis 8 April 2021 kemarin mengatakan telah menemukan banyak calon geosite yang sangat menarik.

Baca Juga : Dari Indonesia untuk Dunia, Kia Sonet 7 Penumpang Akhirnya Meluncur 

 

Salah satu geosite yang menarik perhatian tim geologi ini adalah keberadaan gunung api purba di sekitar wilayah Kecamatan Boyolangu. Lokasinya ada di selatan kota, tepatnya di sekitar Gunung Budheg.

Jejak gunung api purba ini sudah tidak menyerupai kawah, melainkan hanya deretan gunung batu yang menonjol di permukaan bumi. Jejak kawah purba ini, dia menambahkan, baru terlihat dari citra atau foto satelit, di mana deretan gunung batu nan tandus terlihat membentuk hampir setengah lingkaran di sisi timur.

Untuk sisi barat atau sekitar 65 persen sudah berupa tanah datar yang didominasi area persawahan dan permukiman penduduk.

Cira satelit itu persis kontur kaldera. Mulut kawah purba diduga pecah saat terjadi letusan besar sehingga separuh lebih mulut kawah terangkat dan menghilang seiring matinya gunung api purba.

Media Tempo.id dalam beritanya menulis, awalnya ada 10 geosite yang disurvei tim geolog ini. Tak hanya gunung api purba di sekitar Gunung Budeg, namun juga Air Terjun Tretes, Goa Tenggar, Pantai Kedung Tumpang, Goa Wajakensis, Pantai Sanggar, Geo Marmer, Terowongan Neyama, Telaga Buret serta Watu Ijo.

Jumlah potensi geopark bahkan kemudian bertambah. Tim geologi dari Kementerian ESDM ini mengidentifikasi sedikitnya delapan titik baru yakni Bukit Cemenung, Goa Song Gentong, Gunung Blejed, Sumber Agung, Sungai Niyama, Gunung Pegat, Gunung Tanggul, dan Embung Sidem.

Dida mengatakan, ke-18 calon warisan geologi termasuk gunung api purba sekitar Gunung Budheg akan segera dilaporkan ke Kementerian ESDM. Untuk selanjutnya dilakukan verifikasi kelayakan sebagai warisan geologi tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Warisan geologi itu ada di situs Goa Homo Wajakensis. Situs ini bahkan mempunyai peluang menjadi warisan geologi internasional.

Topik
gunung budheg lelehan larva purba Gunung Sinabung gunung api purba

Berita Lainnya